REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Faperta ULM) bersiap membawa angin segar perubahan teknologi bagi masyarakat pedesaan.
Sebanyak 346 mahasiswa resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN)-Magang Tahun 2026 yang disebar di 53 desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), setelah prosesi pelepasan berlangsung di Sport Hall Juhrie Antap, Banjarbaru, Senin (27/7/2026) siang.

Program pengabdian masyarakat itu dirancang tidak hanya sekadar pemenuhan kurikulum akademik, melainkan berfokus pada pameran karya dan pendampingan riil.
Pada puncaknya nanti, seluruh kelompok mahasiswa akan mengikuti ekspose teknologi tepat guna serta pameran produk kreatif industri desa yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 September 2026 sebagai ajang pembuktian hasil dampingan mereka di lapangan.
Wakil Dekan II Faperta ULM, Dr. Ir. Noor Aidawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya persiapan matang agar para mahasiswa mampu melahirkan karya inovatif yang bermanfaat langsung bagi sektor pertanian dan industri kreatif warga setempat.
“Sehingga masyarakat disana akan melihat produk dan inovasi yang kalian lakukan pada saat KKN atau magang,” ucapnya.
Selain mendorong terciptanya inovasi terapan, Noor Aidawati juga menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan KKN-Magang sangat bergantung pada keahlian sosial mahasiswa di tengah lingkungan baru.
Oleh karena itu, seluruh peserta diimbau untuk senantiasa menjunjung tinggi norma kesopanan, menghargai kearifan lokal, menjaga etika berinteraksi, serta menjaga nama baik almamater Universitas Lambung Mangkurat sepanjang masa pengabdian.
Simbolisasi pemberangkatan ditandai dengan pemasangan name tag secara khusus kepada perwakilan dari tiga kategori program, yaitu Vincensiun Reno untuk peserta KKN-Magang multidisiplin, Desi Fransiska untuk kategori monodisiplin, dan Diky Zuliansyah mewakili peserta Magang IKM.
Rangkaian seremoni diakhiri dengan foto bersama sebelum seluruh rombongan bertolak menuju lokasi pengabdian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Melalui program terintegrasi ini, Fakultas Pertanian ULM menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan adaptif.
Kehadiran para mahasiswa di 53 desa tersebut diharapkan mampu mengaplikasikan keilmuan akademik menjadi solusi praktis yang mendorong percepatan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal.



