REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Pasca menyabet penghargaan Transformasi Digital Terbaik pada High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalimantan Selatan Tahun 2026, Pemko Banjarbaru meluncurkan Kompetisi QRIS Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru Tahun 2026.
Langkah strategis tersebut diusung oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru yang berkolaborasi erat dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dan Bank Kalsel.

Selain bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), program kolaboratif itu dirancang untuk menghadirkan layanan transaksi yang lebih mudah, cepat, aman dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Guna membangun budaya transaksi digital secara masif, program yang berlangsung sepanjang 1 Juli hingga 30 November 2026 tersebut menawarkan beragam apresiasi menarik bagi masyarakat yang membayarkan pajak dan retribusinya via QRIS.
Diantaranya emas 1 gram untuk hadiah bulanan, grand prize bagi empat kategori peserta mencakup wajib pajak PBB-P2, juru parkir, merchant, hingga ASN Pemko Banjarbaru, sampai hadiah utama berupa satu paket umrah eksklusif yang diundi secara elektronik.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi cukup mengalihkan sistem pembayaran pajak atau retribusi daerah mereka menggunakan kanal QRIS.
Setiap transaksi akan dikonversi menjadi kupon undian elektronik, di mana khusus wajib pajak PBB-P2 akan memperoleh satu kupon untuk setiap SPPT yang dilunasi melalui mekanisme digital tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni yang hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru menegaskan, kompetisi itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat digitalisasi layanan publik.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin terbiasa membayar pajak dan retribusi secara digital. Pembayaran menjadi lebih praktis, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin modern,” ujarnya, di Lapangan Taman Van Der Pijl pada Sabtu (26/07/2026) pagi.
Sirajoni menambahkan, hadiah yang disiapkan bukan sekadar bentuk apresiasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi dorongan untuk membangun budaya transaksi digital di Banjarbaru.
Menurutnya, setiap rupiah pajak dan retribusi yang disetorkan oleh warga secara transparan akan disalurkan kembali dalam bentuk pembangunan serta pelayanan publik, mulai dari pemeliharaan jalan, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga sarana umum lainnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarbaru mengimbau seluruh elemen kota, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha, juru parkir, merchant, hingga para aparatur sipil negara untuk mengoptimalkan penggunaan QRIS dalam setiap pembayaran kewajiban daerah. “Dengan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan transaksi digital, kita tidak hanya memperoleh kemudahan dalam pembayaran, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tutupnya.



