REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Prestasi akademik kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung di panggung internasional. Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung, Suherman, PhD, mempresentasikan hasil riset mengenai instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi calon guru dalam Junior Researchers of EARLI (JURE) Conference 2026 yang berlangsung di University of Tartu, Estonia, pada 6–10 Juli 2026.
Forum ilmiah bergengsi yang diselenggarakan oleh European Association for Research on Learning and Instruction (EARLI) itu menjadi ajang berkumpulnya para peneliti muda, akademisi, dan mahasiswa doktoral dari berbagai belahan dunia untuk mempresentasikan inovasi terbaru di bidang pendidikan, psikologi pembelajaran, teknologi pendidikan, hingga pengembangan profesi guru.

Mengusung tema “Learning in Transition: Science, Society and the Challenges of Tomorrow”, konferensi tersebut diikuti ratusan peserta dari lebih dari 40 negara, mulai dari Eropa, Asia, Amerika, Afrika hingga Oseania. Beragam isu strategis menjadi pembahasan utama, seperti pemanfaatan AI dalam pendidikan, asesmen pembelajaran, transformasi digital, serta peningkatan kompetensi guru menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sesi parallel paper, Suherman mempresentasikan penelitian berjudul “AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sekaligus validasi instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan calon guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial secara efektif dan bertanggung jawab.
Riset tersebut melibatkan 297 mahasiswa calon guru di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan Rasch Modeling, metode yang banyak digunakan dalam penelitian pendidikan untuk menguji kualitas instrumen secara komprehensif, mulai dari validitas, reliabilitas, kesesuaian butir soal, potensi bias, hingga efektivitas skala penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang sangat baik. Mayoritas responden juga berada pada kategori tingkat kesiapan AI tinggi hingga sangat tinggi, sementara perbedaan kesiapan berdasarkan gender relatif kecil.
Temuan ini dinilai penting karena dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan tenaga kependidikan dalam mengevaluasi sekaligus meningkatkan kemampuan calon guru, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kepercayaan diri dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran secara etis, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama (MoRA The AIR Funds) dengan Dr. Nanang Supriadi sebagai ketua peneliti. Dukungan pendanaan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang mampu menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital.
Dipilihnya Estonia sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi juga memiliki makna tersendiri. Negara di kawasan Eropa Utara itu dikenal sebagai salah satu pelopor transformasi digital dunia melalui penerapan e-government dan inovasi teknologi yang terintegrasi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Sementara University of Tartu, yang berdiri sejak tahun 1632, merupakan salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di kawasan tersebut.
Keikutsertaan Suherman dalam JURE Conference 2026 menjadi bukti semakin kuatnya kiprah akademisi Indonesia di tingkat internasional. Kehadiran dosen UIN Raden Intan Lampung dalam forum ilmiah bergengsi itu tidak hanya memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas akademik dunia, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi internasional yang diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pendidikan berbasis kecerdasan artifisial.
Melalui pencapaian ini, UIN Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus berkontribusi dalam mempersiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi transformasi pendidikan di era AI.



