REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bersama tim gabungan berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Kebakaran yang terjadi di lahan berdekatan dengan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta permukiman warga itu berhasil dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. Lokasi yang berada di area strategis membuat penanganan dilakukan secara cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman.

Komandan Regu I BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops BPBD Kalsel), Rizki, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 16.40 Wita melalui laporan tim patroli di lapangan.
Menerima laporan tersebut, Pos Komando BPBD Kalsel langsung mengaktifkan respons cepat dengan mengirimkan satu unit mobil tangki beserta personel menuju lokasi kejadian.
“Pada pukul 16.40 Wita kami menerima laporan dari tim patroli mengenai adanya titik api di kawasan Cempaka. Sesuai arahan pos komando, kami langsung menerjunkan satu unit mobil tangki karena lokasi kebakaran berada di dekat kawasan perkantoran,” ujar Rizki.
Menurutnya, keputusan bergerak cepat diambil karena kebakaran berpotensi merambat ke kawasan yang lebih padat, termasuk kompleks perkantoran pemerintahan dan rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari titik api.
“Karena lokasinya berdekatan dengan kawasan perkantoran dan permukiman warga, pos komando langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan pemadaman,” katanya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, BPBD Kalsel berkolaborasi dengan Manggala Agni. Tim gabungan mengerahkan satu unit mobil tangki, tiga unit sepeda motor trail, serta sembilan personel yang bekerja secara terpadu untuk menjangkau titik kebakaran.
Selain itu, petugas menggunakan tiga unit jet shooter, dua buah kepiok, serta mobil tangki sebagai pemasok air. Medan yang cukup sulit dan minimnya sumber air membuat proses pemadaman harus dilakukan secara manual.
“Pemadaman kami lakukan secara manual karena titik air cukup terbatas. Peralatan yang digunakan berupa tiga jet shooter, dua kepiok, satu unit mobil tangki, serta dukungan tiga unit motor trail untuk menjangkau lokasi,” jelas Rizki.
Ia menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dengan vegetasi yang didominasi pohon akasia. Meski demikian, koordinasi yang baik antarpetugas membuat api berhasil dilokalisasi sebelum menyebar ke area yang lebih luas.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Seluruh titik api berhasil dipadamkan sehingga tidak lagi mengancam kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun permukiman warga di sekitarnya.
“Perkiraan luas lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,5 hektare. Saat ini status api sudah dapat kami kendalikan sehingga tidak lagi mengancam kawasan perkantoran maupun permukiman warga,” tutup Rizki.
Keberhasilan penanganan ini menjadi bukti pentingnya respons cepat dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat. BPBD Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.



