REDAKSI8.COM, INTERNASIONAL – Juara bertahan Tim Tango Argentina akan menghadapi El Matador Spanyol di partai final (Minggu, 19/7/2026) setelah merebut kemenangan epic comeback dari Inggris dalam pertemuan yang sangat sengit dan dramatis di laga Semifinal.
Argentina kembali menunjukkan comeback yang luar biasa, mematahkan hati pendukung Inggris untuk mencapai final Piala Dunia kedua mereka secara berturut-turut.

Dari situ terlihat mental Lionel Messi cs yang sangat luar biasa, terlepas dari berbagai kontroversi yang diarahkan kepada mereka.
Waktu seolah hampir habis setelah gol pembuka dari Anthony Gordon di babak kedua (menit 55) membuat Argentina tertinggal.
Namun, sang juara dunia sekali lagi menyeret diri mereka kembali dari ambang kekalahan.
Tarian Tango mengurung pertahanan Three Lions dengan mencoba segala cara untuk membalikan keadaan.
Hingga di menit 85 kurungan tarian Tango membuahkan hasil saat Enzo Fernandez mengkonversi asis La Pulga Lionel Messi dengan melepaskan tembakan dari jarak 19 meter untuk menaklukkan Jordan Pickford.
Belum selesai sampai situ, tarian Tango semakin menjadi dan kembali berbuah hasil magis melalui Lautaro Martinez yang sukses mencetak gol di masa injury time.
Pun gol ke 2 yang diciptakan Argentina berasal dari asisst kaki sang mega bintang mereka si penyihir Argentina.
Argentina akan menghadapi Spanyol di final dalam upaya menjadi negara ketiga selain Brazil dan Itala yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia berturut-turut, yang akan di helat di New Jersey World Cup Stadium, Amerika Serikat Minggu (19/7/2026) waktu setempat.
Sementara itu pelatih Three Lions Thomas Tuchel, menyatakan tidak menyesali keputusannya bermain bertahan setelah unggul di menit ke-60.
“Saat ini, tidak ada penyesalan,” kata Tuchel.
“Tim telah memberikan segalanya dan kami sudah sangat, sangat dekat. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, namun kami tidak bisa menyelesaikannya dengan kemenangan,” sambungnya.
Selanjutnya Harry Kane mengungkapkan rasa kecewanya atas timnya yang hampir berhasil mengantongi tiket grand final Piala Dunia tahun 2026.
“Kami hanya kekurangan bagian terakhir itu di tahap akhir turnamen,” ungkapnya.
Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji ketangguhan mental juara timnya.
Disaat menerima tekanan, tim Tanggo justru lebih agresif mencari peluang untuk membobol gawang Inggris hingga menit akhir.
“Saya pikir tim ini bermain paling baik saat menghadapi situasi sulit dan kesulitan. Kami menjalani pertandingan yang menantang, situasi yang penuh tekanan,” tukasnya.
“Ada kesempatan di depan mata, dan kami memanfaatkannya dengan maksimal,” pungkas Scaloni.



