REDAKSI8.COM, INTERNASIONAL – Tim Nasional Spanyol tampil mengesankan dalam kemenangan meyakinkan 2-0 atas tim nasional Prancis untuk mengamankan tempat mereka di final Piala Dunia.
Mikel Oyarzabal mencetak gol dari titik putih (menit 22) setelah Lamine Yamal dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Lucas Digne, lalu Pedro Porro menyelesaikan sebuah skema serangan brilian di babak kedua (menit 58) untuk membawa Spanyol unggul dua gol.

Dengan hasil itu Spanyol kini telah memenangkan tiga pertemuan terakhir antara kedua tim ini, yang kesemuanya secara kebetulan terjadi di babak semifinal turnamen yang berbeda.
Semifinal Euro 2024 skor Spanyol 2-1 Prancis. Lalu semifinal UEFA Nations League 2025 skor Spanyol 5-4 Prancis.
Kemudian semifinal Piala Dunia 2026 Prancis 0-2 Spanyol
Mengomentari Kemenangan El Matador atas favorit kuat Ayam Jantan Prancis finalis Piala Dunia edisi sebelumnya (2022), pelatih Spanyol Luis de la Fuente sesaat setelah peluit akhir mengatakan, tim nya bermain dengan disiplin dan konsistensi sebagai sebuah kesatuan tim.
“Kami melakukannya dengan disiplin, terorganisir, komitmen, upaya, kami menginterpretasikan semua aspek permainan dengan baik. Itulah yang terbaik kami lakukan sebagai tim Spanyol, menginterpretasi dan bagaimana menangani fase bertahan di lini tengah,“ ujarnya.
“kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik, tetapi mereka akan berhadapan dengan tim dengan pertahanan terbaik. Itulah kuncinya. Kami adalah sebuah tim. Saat kami bermain sebagai tim, kami tidak terkalahkan,” tambahnya.
Spanyol merupakan tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencatatkan enam clean sheet (tidak kebobolan) dalam satu edisi turnamen.
Unai Simon tetap menjaga tekor clean sheet nya dengan hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan di Piala Dunia sejauh ini, saat melawan Belgia di perempat final.
Luis de la Fuente mengatakan dia tidak memiliki preferensi antara calon lawan Spanyol di final, Inggris atau Argentina.
“Untuk pertama kalinya, kami memiliki empat tim peringkat teratas di semi final ini, yang menunjukkan potensi di Piala Dunia ini. Saat ini, kami tidak boleh memilih satu atau yang lain. Mereka memiliki karakteristik masing-masing,” tukasnya.
“Saya sangat bersemangat untuk (kemungkinan) menghadapi Argentina sebagai teman dekat Lionel Scaloni, tetapi saya juga menyukai Inggris. Mereka adalah favorit di Piala Dunia. Ini akan menjadi pertandingan tim-tim hebat, tetapi kami akan menyambut keduanya dengan tangan terbuka,” pungkas De la Fuente.
Sementara itu liini tengah El Matador yang menawan menjadi kunci permainan Spanyol yang dikomandoi Rodri tampil brilian mendikte permainan dari tengah lapangan dan meredam serangan Prancis secara seimbang.
“Itu adalah upaya kolektif dari semua orang. Kami memberikan performa terbaik sejauh ini. Tim yang luar biasa (Prancis<-red). Kekuatan apa yang mereka miliki di semua lini, mereka bisa menghukum Anda di setiap saat. Setiap menit adalah kunci. Saya tidak bisa menyebut satu pemain, semua yang bermain dan semua yang masuk melakukannya,” paparnya.
“Kami menunjukkan karakter yang kami miliki dalam tim dan betapa matangnya kami di momen-momen besar. Untuk menunggu momen Anda, untuk tidak menjadi gila jika mereka menghukum Anda karena mereka adalah tim yang sangat bagus. Ketenangan adalah kunci dari tim ini,” sambung Rodri.
Lebih jauh, Ia dan timnya baru dua kali sampai ke final Piala Dunia dalam sejarah.
Baginya sangat sulit untuk sampai ke babak Final, tetapi mereka memiliki keinginan besar untuk memenangkan Piala Dunia 2026.
“Kami perlu istirahat, melihat apa yang bisa kami tingkatkan, dan kami bisa mengharapkan pertandingan yang lebih sulit di pertandingan berikutnya.” pungkas Rodri saat ditanya peluang mereka di final.
Spanyol akan menghadapi Inggris atau juara bertahan Argentina di final dalam upaya El Matador berusaha memenangkan Piala Dunia untuk kedua kalinya di New Jersey Minggu (19/7/2026).
Sementara itu Prancis akan memperebutkan tempat ketiga pada hari Sabtu (18/7/2025).



