REDAKSI8.COM, KALSEL – Perguruan Karate Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan (Kalsel) mengawali kiprahnya dengan hasil impresif pada ajang Shukaido Borneo 2 yang berlangsung di GOR Hasanudin Banjarmasin, Minggu (12/7/26).
Kontingen tersebut berhasil meraih 17 medali yang terdiri dari lima emas, dua perak dan 10 perunggu, sekaligus menempati peringkat keempat di klasemen akhir.

Ketua Keluarga Sabuk Hitam Shokaido South Borneo Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan mengatakan, hasil itu menjadi capaian membanggakan, karena merupakan kejuaraan pertama sejak perguruan bergabung dengan FORKI Kalimantan Selatan.
“Ini merupakan kejuaraan pertama yang kami ikuti setelah resmi bergabung dengan FORKI Kalimantan Selatan. Alhamdulillah kami mampu finis di peringkat keempat dengan raihan lima emas, dua perak, dan 10 perunggu. Ini pencapaian yang sangat memuaskan,” ujarnya.
Yusfiansyah memaparkan, tim mereka menurunkan sekitar 70 atlet dengan mayoritas merupakan atlet pemula.
Meski begitu, mereka mampu bersaing dengan perguruan yang lebih berpengalaman.
“Mayoritas atlet kami adalah wajah-wajah baru yang sedang dibina. Selain itu, usia perguruan kami juga baru sekitar enam bulan, karena itu, bisa berada di posisi empat besar menjadi kebanggaan tersendiri dan membuktikan kami mampu bersaing dengan perguruan yang lebih dulu berkembang,” terangnya.
Baginya, peluang meraih medali sebenarnya masih lebih besar apabila seluruh nomor pertandingan dapat diikuti.
Namun, kendala pada proses pendaftaran membuat tim gagal tampil di beberapa nomor, khususnya kata dan kumite beregu.
Ke depan, Shokaido South Borneo akan memperkuat pembinaan atlet melalui latihan rutin, bahkan perguruan telah berkembang di 10 Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan dengan jumlah anggota mendekati 2.000 orang.
“Kami optimistis dalam dua tahun ke depan Shokaido South Borneo bisa menjadi salah satu perguruan terbaik di Kalimantan Selatan. Saat ini kami sudah berkembang di 10 Kabupaten Kota dengan jumlah anggota mendekati 2.000 orang,” ungkapnya.
Yusfiansyah juga berharap, pembinaan karate bisa terus mendapat dukungan dari Pemerintah agar para atlet tidak kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi.
Pasalnya, tiga atlet Shokaido South Borneo saat ini berpeluang mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia Karate di Turki setelah sukses meraih prestasi di tingkat nasional.
“Hal itu penting agar atlet tetap memiliki kesempatan berprestasi, terlebih tiga atlet Shokaido South Borneo kini berpeluang tampil pada Kejuaraan Dunia Karate di Turki setelah meraih hasil di tingkat nasional,” tuntasnya.



