REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia berencana mengembangkan Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru sebagai pusat layanan terpadu (one stop service) bagi jemaah umrah.
Konsep tersebut diharapkan dapat memudahkan proses persiapan keberangkatan jemaah, mulai dari manasik hingga menuju bandara.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim mengatakan, konsep one stop service akan diterapkan di sejumlah asrama haji, termasuk Embarkasi Banjarmasin.
“Kami sudah merencanakan beberapa asrama haji menjadi one stop service untuk jemaah umrah. Mereka disiapkan di sini, menginap di sini, manasik umrahnya di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para jemaah nantinya tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi karena seluruh tahapan persiapan keberangkatan akan dipusatkan di kawasan Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.
“Kami bekerja sama dengan imigrasi. Jadi begitu keluar dari asrama haji sudah bisa langsung ke bandara dan masuk pesawat,” katanya.
Namun, untum penerapan layanan terpadu itu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan instansi terkait.
“Tentu ini memerlukan kerja sama dengan banyak pihak, termasuk imigrasi dan juga travel, karena merekalah yang mengorganisir jemaah-jemaah umrah,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerapan konsep one stop service akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing daerah, baik dari sisi jumlah jemaah maupun fasilitas pendukung.
“Tergantung kesiapan masing-masing daerah. Pertama, berapa jumlah jemaahnya, kemudian kesiapan asrama haji dan terutama bandaranya. Apakah siap melayani pesawat berbadan lebar dan dapat berfungsi sebagai bandara internasional,” ungkapnya.
Kendati demikian, Pemerintah juga akan mempertimbangkan berbagai aspek teknis sebelum konsep one stop service bisa diterapkan secara penuh.
“Semuanya tentu akan disesuaikan dengan kesiapan di masing-masing daerah,” pungkasnya.



