Jumat, 10 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Padi Apung Jadi Harapan Baru Petani Banjar, Solusi Hadapi Banjir dan Perubahan Iklim

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
10 Juli 2026
A A
Padi Apung di Kabupaten Banjar Belum Diminati, Modal Tinggi dan Serangan Hama Jadi Tantangan Utama
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Perubahan iklim yang memicu banjir berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Banjar. Sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan petani kerap terendam air selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Akibatnya, banyak petani gagal tanam, kehilangan musim panen, hingga mengalami penurunan pendapatan.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian terus menghadirkan berbagai inovasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah budidaya padi apung, sebuah teknologi pertanian yang memungkinkan tanaman padi tetap tumbuh meski lahan sawah terendam banjir.

Teknologi ini dinilai sebagai salah satu bentuk adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim yang mulai dirasakan dampaknya oleh para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, khususnya di Kecamatan Sungai Tabuk dan Aranio yang hampir setiap tahun dilanda banjir maupun genangan berkepanjangan.

Dalam sistem padi apung, tanaman padi tidak lagi ditanam langsung di tanah. Benih ditanam pada media tanam yang ditempatkan di atas rakit berbahan styrofoam atau bahan terapung lainnya. Rakit tersebut akan mengikuti naik turunnya permukaan air sehingga akar tanaman tetap memperoleh nutrisi dan tidak mati akibat terendam.

LihatJuga :

Kabupaten Banjar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konsolidasi BKMT Kalsel, Pemkab Siap Berikan Dukungan Penuh

Goa Batu Hapu Jadi Habitat Tiga Spesies Kelelawar, Geopark Meratus Perkuat Upaya Konservasi

BPBD Kalsel Padamkan Dua Titik Api dalam Sehari di Banjarbaru, Lahan Terbakar Capai 12,1 Hektare

ULM Laksanakan Wisuda ke-131, Kukuhkan sebanyak 958 Wisudawan

Dengan metode tersebut, petani tidak lagi harus menunggu air surut untuk memulai musim tanam. Mereka tetap dapat memanfaatkan lahan yang tergenang sehingga waktu tanam tidak terbuang sia-sia dan potensi kehilangan produksi dapat ditekan.

Hasil pengembangan teknologi ini pun mulai menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pada panen perdana di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, produktivitas padi apung mencapai sekitar 5,27 ton gabah kering panen per hektare. Angka tersebut membuktikan bahwa budidaya padi apung memiliki prospek besar sebagai alternatif pertanian di daerah rawan banjir.

Keberhasilan tersebut menjadi optimisme baru bagi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan status Kabupaten Banjar sebagai salah satu sentra produksi padi di Kalimantan Selatan.

Selain berorientasi pada peningkatan produksi pangan, budidaya padi apung juga memiliki nilai ekonomi lain yang cukup menjanjikan. Kawasan pertanian terapung dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi agrowisata, mengingat lokasinya berdekatan dengan kawasan wisata Pasar Terapung Lok Baintan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Banjar.

Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Tidak hanya memperoleh hasil panen, masyarakat juga berpeluang mendapatkan pendapatan tambahan dari sektor wisata edukasi pertanian yang menampilkan cara bercocok tanam di atas air.

Namun demikian, pengembangan padi apung masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah biaya awal yang relatif besar untuk pembuatan media tanam terapung. Selain itu, serangan hama serta perlunya keterampilan khusus dalam mengelola sistem budidaya juga menjadi perhatian.

Karena itu, hingga saat ini penerapan teknologi padi apung masih difokuskan pada beberapa kelompok tani sebagai lokasi percontohan sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.

Pemerintah pun terus memberikan dukungan melalui bantuan benih unggul, media tanam berupa styrofoam, pendampingan teknis, hingga membuka akses pembiayaan bagi petani melalui lembaga perbankan. Pendampingan dilakukan sejak tahap persiapan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, hingga proses panen.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta peningkatan kapasitas petani melalui sekolah lapang dan berbagai pelatihan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mengatakan, inovasi padi apung merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap kondisi alam yang kini semakin sulit diprediksi.

“Perubahan iklim membuat pola tanam petani ikut berubah. Karena itu kami terus mencari solusi agar lahan yang tergenang tetap bisa dimanfaatkan. Padi apung menjadi salah satu inovasi yang terbukti mampu menghasilkan panen yang cukup baik dan akan terus kami kembangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar petani memahami teknik budidaya yang benar.

“Kami ingin petani tidak berjalan sendiri. Mulai dari penyediaan benih, media tanam, pendampingan teknis, hingga akses pembiayaan terus kami dorong agar inovasi ini benar-benar bisa diterapkan secara luas,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang petani peserta uji coba di Kecamatan Sungai Tabuk mengaku optimistis dengan hasil yang diperoleh dari budidaya padi apung.

“Awalnya kami ragu karena belum pernah mencoba menanam padi di atas air. Tapi setelah melihat hasil panennya cukup bagus, kami semakin yakin. Harapannya ke depan bantuan pemerintah terus berlanjut sehingga lebih banyak petani yang bisa menerapkan teknologi ini,” katanya.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, dan sektor perbankan diharapkan mampu mempercepat pengembangan budidaya padi apung di Kabupaten Banjar. Inovasi ini bukan hanya menjadi solusi menghadapi banjir, tetapi juga menjadi model pertanian adaptif yang mampu menjaga produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berkembang.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Kabupaten Banjar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konsolidasi BKMT Kalsel, Pemkab Siap Berikan Dukungan Penuh

Kabupaten Banjar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konsolidasi BKMT Kalsel, Pemkab Siap Berikan Dukungan Penuh

by Az-Zukhairy
10 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Konsolidasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tingkat Provinsi...

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kabupaten Banjar Prioritaskan GATI, Sekolah Lansia, dan SSK dalam Perencanaan BOKB 2027

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kabupaten Banjar Prioritaskan GATI, Sekolah Lansia, dan SSK dalam Perencanaan BOKB 2027

by Az-Zukhairy
10 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menciptakan generasi...

38 Personel Satpol PP Banjar Resmi Dibaret, Tempaan Mental dan Disiplin untuk Wujudkan Aparatur Profesional

38 Personel Satpol PP Banjar Resmi Dibaret, Tempaan Mental dan Disiplin untuk Wujudkan Aparatur Profesional

by Az-Zukhairy
9 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebanyak 38 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar resmi mengikuti prosesi pembaretan di kawasan...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In