REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menciptakan generasi yang berkualitas. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB), tetapi juga melalui berbagai program yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga, seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Sekolah Lansia, dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Ketiga program tersebut dipastikan akan menjadi prioritas dalam penyusunan usulan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun Anggaran 2027, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

Dalam arahannya, disampaikan bahwa pembangunan keluarga tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pelayanan kontrasepsi atau pengendalian penduduk. Lebih dari itu, pembangunan keluarga harus mampu menghadirkan lingkungan pengasuhan yang sehat, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini mendorong para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam kehidupan anak, mulai dari mengantar anak ke sekolah, menghadiri kegiatan pendidikan, mengambil rapor, hingga mendampingi proses belajar di rumah.
Menurutnya, keterlibatan ayah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga. Peran tersebut tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai moral sejak usia dini.
Ia mengapresiasi sejumlah perwakilan masyarakat yang selama ini telah menjadi teladan dalam menjalankan peran sebagai ayah. Mereka dinilai berhasil menunjukkan bahwa keterlibatan seorang ayah dalam proses pendidikan anak mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis maupun karakter anak.
“Perwakilan masyarakat yang telah menjadi role model dalam mengantarkan anak ke sekolah dan mengambil rapor. Ini adalah hulu dari ketahanan keluarga, karena keterlibatan ayah merupakan landasan utama dalam membentuk karakter anak,” ujarnya.
Meski berbagai prestasi berhasil diraih Kabupaten Banjar dalam bidang pembangunan keluarga, pemerintah daerah mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Berbagai penghargaan yang diterima harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat program-program yang telah berjalan.
“Namun, seperti yang saya sampaikan, capaian dan penghargaan ini harus menjadi bahan bakar untuk menyusun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Banjar saat ini tengah menyusun usulan BOKB Tahun Anggaran 2027. Penyusunan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program pembangunan keluarga mendapatkan dukungan anggaran yang memadai, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam penyusunan usulan anggaran tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan berbagai program yang selama ini telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Program Sekolah Lansia, misalnya, terus didorong sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, produktif, mandiri, dan mampu berperan aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui program ini, para lansia memperoleh berbagai pengetahuan mengenai kesehatan, aktivitas sosial, hingga penguatan spiritual sehingga kualitas hidup mereka dapat terus meningkat.
Sementara itu, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) juga menjadi salah satu program strategis yang akan terus diperkuat. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai isu-isu kependudukan kepada para pelajar sejak dini, sehingga mereka memiliki wawasan mengenai perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, pembangunan keluarga, hingga tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.
Di sisi lain, penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) juga akan terus diperluas agar semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam proses pengasuhan anak. Pemerintah berharap budaya keterlibatan ayah tidak hanya menjadi gerakan seremonial, tetapi mampu menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari setiap keluarga di Kabupaten Banjar.
Melalui penginputan usulan BOKB Tahun Anggaran 2027 yang sedang disusun, pemerintah berharap seluruh program tersebut dapat direncanakan dengan anggaran yang presisi, realistis, dan akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kita harus memastikan ketahanan program keluarga seperti Sekolah Lansia, SSK, dan penguatan GATI ini terencana dengan anggaran yang presisi dan akomodatif. Kita ingin keseimbangan antara capaian pelayanan KB dan ketahanan pengasuhan keluarga benar-benar terwujud secara merata di seluruh Kabupaten Banjar,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi, edukasi kependudukan, pembinaan keluarga, hingga penguatan peran ayah dan keluarga dalam mendidik anak. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya terlihat dari sisi statistik pelayanan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banjar juga memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap setiap program yang dijalankan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Berbagai inovasi akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan program hingga seluruh kecamatan dan desa.
“Program ini tidak hanya memberikan kepuasan sementara terhadap pelayanan kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Banjar. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai capaian yang terus meningkat, dan kami optimistis hingga akhir tahun nanti hasil yang dicapai akan semakin baik,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh, kader, dunia pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Banjar optimistis mampu mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas. Dengan penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembangunan, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.



