REDAKSI8.COM, BANJAR – Musim kemarau mulai berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga RT 09 Gunung Balai, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul.
Sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan Pemerintah Desa Pingaran Ulu tertanggal 4 Juli 2026. Dalam surat itu, pemerintah desa mengajukan bantuan distribusi air bersih sekaligus peminjaman tandon air sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang menghadapi ancaman kekeringan.
Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal serta terhindar dari berbagai risiko kesehatan akibat minimnya pasokan air.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Sebanyak 15.000 liter air bersih kami salurkan dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mandi hingga mencuci,” ujar Wasis.
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Banjar akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah. Apabila terdapat daerah lain yang mengalami krisis air bersih, BPBD siap memberikan bantuan sesuai tingkat kebutuhan dan ketersediaan armada distribusi yang dimiliki.
Selain melakukan distribusi air, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar informasi mengenai wilayah yang mengalami kekeringan dapat segera ditindaklanjuti. Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin parah.
Wasis juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Penggunaan air secara bijaksana diharapkan dapat memperpanjang ketersediaan cadangan air bersih hingga kondisi kembali normal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan air seperlunya dan tidak berlebihan selama musim kemarau berlangsung. Apabila terjadi kesulitan memperoleh air bersih, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” tutupnya.
Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menghadapi dampak musim kemarau sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. BPBD juga menegaskan akan terus siaga memberikan pelayanan kemanusiaan apabila wilayah lain di Kabupaten Banjar mengalami kondisi serupa.



