REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebanyak 38 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar resmi mengikuti prosesi pembaretan di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kecamatan Karang Intan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pembentukan karakter aparatur, khususnya bagi anggota Satpol PP Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan 2025 serta sejumlah personel yang sebelumnya belum mengikuti prosesi pembaretan.
Pembaretan bukan sekadar seremoni penyematan atribut, tetapi merupakan proses pembinaan yang bertujuan membentuk personel Satpol PP yang memiliki mental kuat, disiplin tinggi, berintegritas, serta siap menjalankan tugas sebagai aparat penegak Peraturan Daerah (Perda), penjaga ketenteraman dan ketertiban umum, sekaligus pelindung masyarakat.

Selama mengikuti kegiatan, para peserta menjalani berbagai tahapan pembinaan yang menguji kemampuan fisik, mental, dan kerja sama. Berbagai materi yang diberikan meliputi latihan fisik, pembentukan karakter, kepemimpinan, peraturan baris-berbaris (PBB), penguatan jiwa korsa, hingga penanaman nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Upacara pembaretan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kabupaten Banjar, Fahrudin, bersama jajaran pejabat struktural dan anggota Satpol PP. Turut hadir Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, sebagai bentuk dukungan sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Banjar Yudi Andrea menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.
Menurutnya, pembaretan harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi atau seremoni kelembagaan. Momen tersebut menjadi awal bagi setiap anggota untuk menanamkan nilai integritas, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan amanah sebagai aparat penegak Perda.
“Pembaretan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya personel Satpol PP yang memiliki semangat pengabdian tinggi, menjunjung profesionalisme, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Banjar Fahrudin menegaskan bahwa baret yang dikenakan setiap anggota memiliki makna mendalam sebagai simbol kehormatan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setiap personel yang telah dibaret harus mampu menjaga marwah institusi dengan menunjukkan sikap disiplin, loyal, serta profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Baret yang dikenakan bukan sekadar atribut seragam, tetapi merupakan simbol kehormatan, disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Saya berharap seluruh anggota yang telah mengikuti pembaretan mampu menjaga nama baik institusi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Banjar,” tegas Fahrudin.
Rangkaian kegiatan pembaretan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta menunjukkan komitmen dan kekompakan dalam setiap tahapan latihan yang dirancang untuk membangun karakter personel yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap kualitas sumber daya manusia di lingkungan Satpol PP terus meningkat, baik dari sisi kompetensi, mental, maupun etika pelayanan publik. Kehadiran personel yang profesional, humanis, dan responsif diyakini menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ketenteraman dan ketertiban umum yang kondusif di Kabupaten Banjar.
Pembaretan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam membangun aparatur yang tidak hanya tegas dalam menegakkan aturan, tetapi juga mampu mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.



