REDAKSI8.COM, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja melalui sinergi bersama dunia pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Upaya Promotif dan Preventif Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan, yang berlangsung di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 59 guru Bimbingan dan Konseling (BK) tingkat SMP se-Kabupaten Banjar. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam membangun sistem pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM, mengatakan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan persoalan yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak.
“Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, serta masyarakat agar upaya promotif dan preventif dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, guru BK memiliki posisi strategis dalam mendampingi peserta didik, sehingga mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai permasalahan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
“Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar bersama untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Kami berharap seluruh guru BK dapat berperan aktif memberikan edukasi, pendampingan, serta pengawasan kepada peserta didik di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Selain penyampaian materi kebijakan, peserta juga mendapatkan pembekalan dari dr. Yanuar Satrio Saroso, Sp.KJ mengenai keterkaitan kesehatan jiwa dengan perilaku berisiko pada remaja.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pergaulan, dinamika keluarga, hingga kurangnya perhatian terhadap kesehatan mental dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pendekatan promotif dan preventif perlu dilakukan secara terpadu melalui peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Melalui pertemuan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan semakin solid dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.



