REDAKSI8.COM, BALANGAN – Peta gerakan penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan kini memasuki babak baru yang sarat akan pengaruh taktis.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Hafiz Ansyari, kini resmi memperluas daya dobraknya dengan menakhodai Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Kabupaten Balangan untuk periode 2025–2029.


Penggabungan figur vital legislatif ke dalam wadah kebencanaan ini diproyeksikan menjadi jembatan emas untuk memotong jalur birokrasi, sekaligus menyuntikkan kekuatan politik anggaran dan regulasi ke dalam gerakan penyelamatan lingkungan.
Amanah baru ini disikapi Hafiz dengan cara pandang yang realistis sekaligus agresif. Alih-alih larut dalam euforia pelantikan, politisi yang karib disapa Hafiz ini langsung menyoroti rapuhnya pertahanan daerah terhadap ancaman bencana yang kian dinamis dan tidak menentu.
Hal inilah yang mendasari komitmennya untuk merombak total wajah Forum PRB, dari yang semula cenderung dipandang sebagai ruang diskusi teoretis, menjadi motor kolaborasi taktis lintas sektor yang bergerak nyata di lapangan.
Saat ditemui pada Jumat (12/6/2026), Hafiz langsung memetakan target operasi penyelematan daerah yang akan menjadi tulang punggung pergerakannya selama menakhodai Forum PRB Kabupaten Balangan ke depan.
“Forum ini akan kami fokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, penyebarluasan informasi yang akurat, serta dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan berbasis risiko,” tegas Hafiz Ansyari menjabarkan komitmennya.
Masuknya Hafiz ke dalam lingkar kepemimpinan Forum PRB membawa ekspektasi besar bagi publik bumi Sanggam.
Posisi strategisnya di kursi Ketua Komisi III DPRD diyakini akan mempermudah penyelarasan antara produk hukum di parlemen, eksekusi program di level pemerintahan, dan kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui penyatuan peran ini, urusan kebencanaan di Balangan tidak lagi diletakkan sebagai urusan teknis dinas semata.
Forum PRB di bawah komando Hafiz kini didorong menjadi pusat komando taktis yang mengawinkan kesadaran warga dengan kebijakan politik strategis, demi mewujudkan Kabupaten Balangan yang tidak hanya tanggap darurat, tetapi benar-benar tangguh dan siaga sejak dalam sistem perencanaan daerah.



