REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Para nelayan di wilayah Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, mengungkapkan kepuasan dan apresiasi mereka terhadap kinerja pelayanan pemerintah yang dinilai konsisten menjaga kelancaran penyaluran BBM bersubsidi setiap waktu.
Kemudahan akses energi bersubsidi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan berkat transparansi mekanisme dan respons cepat dari instansi terkait.

Hal tersebut mengemuka saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi terkait menggelar forum diskusi dan sosialisasi bersama nelayan di Aula Pelabuhan Perikanan Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan itu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga komunikasi dua arah serta memastikan kebutuhan bahan bakar para nelayan selalu terpenuhi dengan baik.
Kemudahan dalam mengakses hak mereka sebagai nelayan diakui langsung oleh para pelaku usaha perikanan tangkap setempat.
Muhadjir, salah seorang nelayan yang merupakan anak pemilik kapal dengan dokumen Pas Besar, mengaku sangat terbantu dengan sistem yang berjalan sekarang.
Sebab menurutnya, dia dan rekan nelayan lain setempat tidak pernah mengalami kendala dalam memperoleh bahan bakar untuk melaut.
”Kesulitan itu tidak ada sama sekali. Selama dokumen lengkap dan mengikuti prosedur, kami mendapatkan BBM sesuai rekomendasi yang diberikan,” ungkap Muhadjir.
Ia menambahkan, proses pengurusan dokumen kapal yang menjadi syarat pemenuhan kuota energi tersebut sebenarnya tidak memakan waktu lama apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi.
“Kalau semua persyaratan lengkap, satu sampai dua minggu biasanya selesai. Yang kadang membuat lama justru karena ada dokumen yang belum dilengkapi atau proses unggah berkas,” bebernya.
Pernyataan senada datang dari Muhammad Aini, seorang nelayan pemilik Pas Kecil.
Ia merasa terbantu oleh sikap kooperatif para petugas di lapangan yang selalu siap membimbing nelayan demi memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar setiap waktu tanpa birokrasi yang berbelit-belit.
”Kalau mengikuti prosedurnya mudah saja. Kalau ada yang tidak paham, petugas juga menjelaskan. Tinggal bertanya,” tambah Aini.
Kelancaran distribusi dan kepuasan yang dirasakan nelayan ini tidak lepas dari upaya jemput bola yang terus digalakkan pemerintah.



