REDAKSI8.COM, KALSEL – Pengembangan budidaya padi apung di lahan rawa kembali membuahkan hasil.
Panen padi apung di Desa Margasari Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Rabu (17/6/26), menunjukkan potensi besar lahan rawa sebagai penopang produksi pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel).


Panen tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta instansi pendukung sektor pertanian dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Masliyana mengapresiasi keberhasilan petani dalam menerapkan teknologi padi apung di kawasan rawa.
Ia menyebut, panen kali ini menggunakan varietas Inpara 42 dengan produktivitas mencapai 6,5 ton gabah per hektare.
“Hasil ubinan yang dilakukan menunjukkan capaian 1,3 kilogram per stereofom, yang menjadi indikator baik terhadap potensi hasil panen di lahan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, capaian itu membuktikan lahan rawa tetap dapat dioptimalkan menjadi kawasan produksi pangan melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pendampingan berkelanjutan kepada petani.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tapin, Zainal Abidin juga mengapresiasi kerja keras petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan padi apung di daerah tersebut.
“Harapannya kberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lain untuk mengembangkan inovasi pertanian sekaligus meningkatkan produksi pangan daerah,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, DPKP Kalsel juga menyerahkan bantuan sektor tanaman pangan senilai Rp834 juta kepada Pemerintah Kabupaten Tapin.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Keberhasilan panen padi apung ini semakin memperkuat posisi Tapin sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Kalimantan Selatan, khususnya dalam pengembangan pertanian berbasis lahan rawa yang adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat,” tutupnya.



