REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat terhenti di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Syamsudinnor 1 Banjarbaru akhirnya kembali berjalan normal, Rabu (10/6/26).
Sebelumnya, distribusi makanan bergizi untuk ribuan penerima manfaat sempat terhenti akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari Pemerintah Pusat.

Alhasil, SPPG yang berlokasi di Jalan Sempati Perumnas Asabri, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin itu tidak menyalurkan MBG selama dua hari.
Kondisi tersebut terjadi karena dana operasional yang menjadi sumber pembelian bahan baku belum masuk sesuai jadwal.
“Ya, sebelumnya memang sempat terkendala di pencairan dana. Kalau dari pusat itu kan diinformasikan bahwa hari Jumat itu sudah cair dananya. Dan ternyata di-delay sampai hari Senin,” ujar Kepala SPPG Syamsudinnor, M Airlangga Pradana saat ditemui, Rabu (10/6/26).
Ia menyampaikan, dana baru diterima pada Senin sore sehingga pihak dapur tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengadaan bahan makanan dalam jumlah besar.
Oleh karenanya membuat operasional dapur terpaksa dihentikan sementara dan dilaporkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil).
Meski demikian, Airlangga mengakui keterlambatan pencairan dana berdampak langsung terhadap pelayanan karena seluruh kebutuhan operasional dapur bergantung pada anggaran tersebut.
“Tentu berdampak, karena kan misalkan dapur kita nih tidak jalan, tapi dapur lain bisa jalan, itu kan bisa jadi pertanyaan, kok bisa dapur lain jalan, dapur sini nggak jalan. (Padahal dana itu untuk) membeli bahan pokok, operasional,” tuturnya.
Informasi penghentian sementara distribusi MBG sebelumnya juga diumumkan melalui akun Instagram resmi SPPG Syamsudinnor sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat.
SPPG Syamsudinnor 1 sendiri melayani 2.747 penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah dan balita di delapan posyandu.
Total penerima manfaat tersebut tersebar di 14 sekolah dan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, salah satu guru di SDN 4 Syamsudin Noor, Suroto menyambut positif kembalinya pendistribusian MBG kepada siswa setelah dua hari tidak tersalurkan.
“Hari ini (MBG) sudah datang, terus kemudian normal,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah SPPG yang lebih dulu memberikan informasi kepada sekolah terkait penghentian sementara distribusi MBG, sehingga pihak sekolah dapat menyampaikan pemberitahuan kepada para orang tua siswa.
“Jadi, kami sebelum kejadian sudah mengabari dulu ke orang tua murid kalau hari Senin dan Selasa itu MBG belum tersalurkan, dengan alasannya,” jelasnya.
SDN 4 Syamsudin Noor, tercatat sebanyak 308 siswa menjadi penerima manfaat MBG. Namun jumlah tersebut berkurang sementara karena sebagian siswa kelas 6 telah memasuki masa libur sekolah.
Selain itu, pihak sekolah berharap kendala serupa tidak kembali terjadi agar distribusi MBG dapat berjalan lancar dan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi tanpa hambatan



