REDAKSI8.COM, KALSEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada periode 10-16 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan.
Meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada waktu-waktu tertentu.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo melalui Prakirawan, Rianita Sekar Utami mengatakan, kondisi cuaca selama sepekan ke depan masih dipengaruhi masa peralihan musim hujan ke musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca ekstrem berdurasi singkat.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada 10 Juni di wilayah Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tabalong, serta pada 11 hingga 13 Juni di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Selasa (9/6/26).
BMKG mencatat suhu udara di Kalsel selama periode tersebut berkisar antara 24 sampai 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 52–98 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut ke Barat Daya dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kalsel bagian utara, timur, selatan, dan barat masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada 10–12 Juni 2026.
Memasuki 13–16 Juni 2026, kondisi cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah.
Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebab gelombang di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter pada 12–14 Juni 2026.
“Nelayan, operator kapal tongkang, dan kapal ferry diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran,” imbaunya.
BMKG turut memprakirakan adanya pasang air laut maksimum di Perairan Kotabaru pada 14–16 Juni 2026 pukul 04.00–07.00 Wita dengan ketinggian 2,5–2,9 meter.
Sementara di Perairan Sungai Barito, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada 15–16 Juni 2026 pukul 07.00–11.00 Wita dengan ketinggian mencapai 2,5–2,7 meter.
Rianita juga menjelaskan, masa transisi musim yang sedang berlangsung dapat menyebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba, dari kondisi panas terik menjadi hujan lebat yang disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung dalam waktu singkat.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mulai mengoptimalkan pemanenan air hujan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau,” tutupnya.



