REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar, penanaman ubi kayu varietas unggul Kristal Batollaku dilaksanakan di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Selasa (9/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendorong diversifikasi pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sumber pangan yang beragam dan berkelanjutan.
Pada kegiatan tersebut, lahan seluas 0,25 hektare dimanfaatkan untuk budidaya ubi kayu varietas Kristal Batollaku. Varietas ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan karena mampu menghasilkan umbi dengan bobot mencapai 7 hingga 10 kilogram per pohon. Selain itu, masa panennya relatif singkat, yakni sekitar tujuh bulan setelah tanam, sehingga memberikan keuntungan lebih cepat bagi petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan pengembangan komoditas ubi kayu bukan sekadar kegiatan penanaman biasa, melainkan bagian dari langkah nyata pemerintah dalam membangun ketahanan pangan daerah yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tertentu.
“Kegiatan ini merupakan komitmen kami dalam pemanfaatan lahan secara produktif guna mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Warsita menjelaskan, ubi kayu memiliki prospek yang cukup cerah karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras maupun bahan baku berbagai produk olahan. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lahan.
Ia berharap pengembangan ubi kayu Kristal Batollaku dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani yang ingin meningkatkan pendapatan melalui budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi.
“Lewat sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh dan petani, komoditas ubi kayu diproyeksikan menjadi pangan alternatif yang mampu mendongkrak ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Banjar,” katanya.
Lebih lanjut, Warsita menilai diversifikasi pangan menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Dengan memperbanyak pilihan sumber pangan lokal, masyarakat tidak hanya memiliki alternatif konsumsi yang lebih beragam, tetapi juga turut mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan penanaman tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Perkebunan dan Peternakan Distan Banjar, Nurul Chatimah, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto, Koordinator Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Karang Intan, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta kelompok tani setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan komoditas pertanian yang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Para petani yang hadir menyambut positif program tersebut. Mereka optimistis ubi kayu Kristal Batollaku dapat menjadi komoditas unggulan baru karena memiliki produktivitas tinggi dan peluang pasar yang cukup menjanjikan.
Selain untuk konsumsi rumah tangga, hasil panen ubi kayu nantinya juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik, tepung mocaf, singkong beku, hingga bahan baku industri makanan. Kondisi ini membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.
Melalui program pengembangan ubi kayu ini, Distan Kabupaten Banjar berharap pemanfaatan lahan pertanian dapat semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Banjar.



