REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Upaya menekan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar di Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh Aluh, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan sehat sebagai fondasi utama pencegahan stunting, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Acara dibuka langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi kunci penting dalam mencegah stunting. Karena itu, masyarakat perlu memahami dan menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
“Penerapan pola konsumsi B2SA merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Aluh Aluh Aditya Yudi Dharma didampingi Sekretaris Kecamatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada DKPP Kabupaten Banjar yang terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Menurut Aditya, penanganan stunting memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, kader PKK hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Pembakal Desa Sungai Musang, Masrani, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengaku bersyukur desanya dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya gizi keluarga.
Masrani berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Pada sesi penyampaian materi, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Kabupaten Banjar, Sudarto, S.Pi, menjelaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak bergantung pada satu jenis bahan makanan saja, melainkan mengombinasikan berbagai sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Pangan lokal memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik dan mudah diperoleh masyarakat. Jika dikonsumsi secara beragam dan seimbang, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dengan lebih optimal,” jelasnya.
Sudarto juga memaparkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga dalam menerapkan pola konsumsi B2SA, mulai dari menyusun menu harian yang seimbang, memperhatikan keamanan pangan, hingga membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat sejak dini.
Peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader posyandu, serta kader PKK Desa Sungai Musang tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi anak, pemanfaatan pangan lokal, hingga cara mencegah stunting disampaikan peserta kepada narasumber.
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi kuis di akhir kegiatan. Para peserta berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber untuk mendapatkan hadiah. Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam memahami pentingnya pola konsumsi pangan sehat.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan B2SA semakin meningkat. Dengan pemahaman yang baik mengenai gizi keluarga, diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.



