REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebut saat ini sejumlah wilayah di Kalsel mulai memasuki musim kemarau.
Meski begitu, masih ada beberapa wilayah yang diperkirakan baru akan mengalami musim kemarau pada bulan Juni hingga Juli 2026 mendatang.

Pengamat Meteorologi dan Biofisika BMKG Kalsel, Binsar A. H. Manalu mengatakan, sejumlah daerah kini telah memasuki awal musim kemarau.
“Jadi wilayah yang sudah memasuki awal musim kemarau untuk per Kabupaten Kota itu terjadi di Banjarmasin, Baritokuala, Tapin, sebagian wilayah Tabalong bagian selatan, kemudian Balangan, sebagian Hulu Sungai Tengah, sebagian Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Utara,” sebutnya, Jum’at (5/6/26).
Menurut Binsar, masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya.
Namun, hujan masih dapat terjadi, namun intensitas dan jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan musim hujan.
“Jadi kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan ya, karena awal musim kemarau itu dikatakan bila bukan tidak ada terjadi hujan, tetapi hujan yang terjadi ada tapi masih sedikit,” ucapnya.
Ia menjelaskan, secara meteorologis suatu wilayah dinyatakan memasuki musim kemarau ketika curah hujan berada di bawah 50 milimeter dan kondisi tersebut berlangsung selama dua dasarian atau sekitar 20 hari berturut-turut.
“Sedangkan curah hujannya dibawah 50 milimeter diikuti dua dasarian berturut-turut, jadi secara umum di Kalsel itu tidak serentak kemaraunya. Ada yang sudah sedang memasuki, ada juga yang di bulan Juni, bahkan di Juli nanti juga ada,” jelasnya.
Oleh karena itu, BMKG Kalsel mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca yang masih berpotensi terjadi selama masa peralihan musim.
Selain itu, masyarakat juga diminta mulai mengantisipasi dampak musim kemarau seperti berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.



