REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga oli sepeda motor di Kota Banjarbaru turut mengalami kenaikan mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per botol dalam satu bulan terakhir.
Kenaikan terjadi hampir pada seluruh jenis oli yang beredar di pasaran, seperti MPX2, SPX2, Yamalube dan lainnya.

Kondisi tersebut mulai dirasakan sejumlah masyarakat, termasuk pengemudi ojek online, Itis yang rutin melakukan perawatan motor untuk menunjang aktivitas sehari-harinya.
Ia mengaku, sudah merasakan dampak dari kenaikan harga oli saat melakukan servis rutin motornya.
“Sudah ganti oli, yang tadinya harga Rp45 ribu jadi Rp50 ribu, lumayan lah,” ucapnya, Rabu (3/6/26).
Menurutnya, biaya perawatan kendaraan menjadi perhatian karena frekuensi penggantian oli cukup sering seiring tingginya mobilitas saat bekerja.
Oleh karenanya, kenaikan harga oli malah akan menambah biaya operasional pengguna kendaraan bermotor, terutama pekerja yang mengandalkan sepeda motor sebagai sarana utama mencari nafkah.
“Semoga harganya bisa stabil lah, soalnya kita setiap capai 1.500 kilometer kan ganti oli, itupun ngga sampai sebulan bisa setengah bulan ganti kalau banyak antar orderan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pekerja Bengkel Mariena Motor di Jalan Jati, Kelurahan Loktabat Utara, Banjarbaru, Udin mengatakan, kenaikan harga berasal dari distributor dan terjadi secara bertahap.
“Iyaa memang ada kenaikan, naiknya sekitar Rp5-Rp10 ribu per botol,” sebutnya.
Ia menjelaskan, besaran harga oli berbeda-beda tergantung merek dan spesifikasi yang dipilih oleh konsumen.
Bahkan, kenaikan tidak hanya terjadi pada satu merek tertentu, melainkan hampir seluruh jenis oli.
“Oli inikan macam-macam jadi harganya juga bervariasi, tergantung pembeli mau oli yang jenis apa. Semua jenis oli naik, kurang lebih sekitar satu bulanan,” katanya.
Udin mengungkap, kenaikan harga oli terjadi secara bertahap sebelum akhirnya mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per botol.
“Awalnya naik itu kada sampai Rp10 ribu, pertama ada Rp2-Rp3 ribu aja, terus naik Rp5-Rp10. Jadi sudah naik dari distributornya,” sebutnya.
Meski sebagian pelanggan sempat terkejut dengan adanya kenaikan harga oli, namun mayoritas tetap memahami setelah mendapat penjelasan dari pihak bengkel.
“Kalau pengunjung memang ada yang terkejut karena biasa beli murah kan, tapi kalau dijelaskan ngerti aja para pembeli,” tuturnya.
Selain oli, ia menyebutkan, beberapa suku cadang atau sparepart motor juga mengalami kenaikan harga, meski tidak sebesar komponen pelumas.
“Ada juga beberapa sparepart yang harganya naik tapi cuman sedikit tidak terlalu tinggi, oli aja yang kerasan,” tuntasnya.



