REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak masyarakat lebih peduli terhadap bahaya hipertensi atau tekanan darah tinggi melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan pola hidup sehat.
Imbauan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2026.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin mengatakan, hipertensi masih menjadi ancaman serius karena sering muncul tanpa gejala, namun dapat memicu berbagai penyakit mematikan.
“Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak menyadari dirinya mengalami tekanan darah tinggi. Padahal kondisi ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga komplikasi serius lainnya,” ujarnya, Selasa (19/5/26).
Peringatan Hari Hipertensi tersebut mengusung tema “Ukur Tekanan Darahmu dengan Benar, Kendalikan dengan Gaya Hidup Sehat, Hidup Lebih Lama”, dimana deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi akibat hipertensi.
Karena itu, masyarakat diminta rutin memeriksa tekanan darah, terutama usia dewasa dan lanjut usia (lansia).
“Kami mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan membiasakan cek tekanan darah secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat diketahui, maka semakin mudah dikendalikan,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan rutin, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam, gula dan lemak, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal serta mengelola stres.
“Pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga perubahan pola hidup yang sehat dan konsisten. Dengan tekanan darah yang terkontrol, kualitas hidup masyarakat akan lebih baik dan produktif,” katanya.
Dinkes Kalsel pun mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan faktor risiko hipertensi dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan tekanan darah.
“Melalui peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif,” tutupnya.



