REDAKSI8.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Training of User Pestisida Terbatas yang digelar oleh Alishter di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Batang Alai Selatan, Selasa (5/5/2026)..
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 petani yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati HST Bidang Administrasi Umum, Ahmad Syahriani Effendi.
Dalam sambutannya, Ahmad Syahriani Effendi menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat di HST. Mayoritas warga, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari aktivitas bertani, meskipun memiliki profesi lain.
“Pertanian ini adalah nadi kehidupan masyarakat kita. Hampir semua warga memiliki keterkaitan dengan pertanian. Karena itu, peningkatan pengetahuan seperti ini sangat penting,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya praktik penggunaan pestisida yang belum sesuai aturan di kalangan petani. Minimnya pemahaman seringkali membuat pestisida digunakan secara sembarangan, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.
“Selama ini masih ada yang menggunakan pestisida tanpa memperhatikan dosis dan cara aplikasi yang benar. Melalui pelatihan ini, kita ingin mengubah kebiasaan tersebut agar lebih aman dan tepat,” tambahnya.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta. Tidak hanya teori, petani juga mendapatkan praktik langsung di lapangan.
Beberapa materi yang diberikan antara lain tekrkait pengenalan jenis-jenis pestisida dan fungsinya, cara menentukan dosis yang tepat, teknik penyemprotan yang efektif dan aman, penggunaan alat pelindung diri (APD) saat mencampur dan menyemprot pestisida dan dampak pestisida terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan petani tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menerapkan langsung dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016.
“Kegiatan ini sudah beberapa kali dilaksanakan. Secara nasional, sejak 2016 hingga 2026, kami telah menggelar pelatihan di 403 titik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019, yang mengatur bahwa setiap pengguna pestisida terbatas wajib mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi juga bagian dari menjalankan regulasi pemerintah. Tujuannya agar penggunaan pestisida lebih terkendali dan tidak disalahgunakan,” tegas Syafrizal.
Tekankan Keselamatan dan Lingkungan.
Dalam pelatihan ini, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Petani diingatkan bahwa pestisida pada dasarnya merupakan zat beracun yang memiliki risiko jika tidak digunakan dengan benar.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Banyak kasus menunjukkan bahwa petani sering mengabaikan penggunaan APD, padahal hal tersebut sangat penting untuk mencegah paparan zat berbahaya.
“Dampak pestisida pasti ada, terutama jika tidak menggunakan APD. Baik saat mencampur maupun saat menyemprot, perlindungan diri itu wajib,” ungkap Syafrizal.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyambut baik kegiatan ini dan menilai pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara rutin. Selain meningkatkan hasil pertanian, kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, pelatihan diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani, sehingga kesadaran akan penggunaan pestisida yang aman semakin meningkat.
Dengan adanya pelatihan ini, para petani di HST diharapkan tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri dan kelestarian lingkungan.


