REDAKSI8.COM, BANJAR — Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah dengan menggelar Survei Pola Pangan Harapan (PPH) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP). Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Aluh-Aluh, Senin (4/5/2026), dengan menyasar langsung rumah tangga warga di tiga desa.
Survei ini menjadi langkah penting dalam memotret secara nyata pola konsumsi masyarakat, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pangan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, menegaskan bahwa data Pola Pangan Harapan memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan sektor pangan.
“Data PPH sangat penting sebagai dasar penyusunan program dan kebijakan pangan, khususnya dalam mendorong konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA),” ujarnya.
Pelaksanaan survei dilakukan secara langsung ke rumah tangga responden dengan metode wawancara dan pencatatan konsumsi pangan harian. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan data yang lebih akurat karena menggambarkan kebiasaan konsumsi masyarakat secara riil.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Sudarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar tiga desa sekaligus, yakni Desa Aluh-Aluh Kecil Muara, Desa Aluh-Aluh Besar, dan Desa Simpang Warga.
“Melalui survei ini, kita dapat mengetahui tingkat keberagaman dan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Ini menjadi indikator penting dalam menilai kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah,” jelasnya.
Tim pelaksana survei terdiri dari tenaga analis ketahanan pangan yang kompeten, di antaranya Nurhidayah dan Cyntia Ariani, bersama tim lainnya yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh.
Selain mengumpulkan data, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang, tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan makanan saja.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat menuju konsep B2SA, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui survei PPH ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap dapat memperoleh gambaran komprehensif terkait kondisi konsumsi pangan masyarakat di Kecamatan Aluh-Aluh. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam merancang intervensi program yang lebih efektif, mulai dari edukasi gizi, pengembangan pangan lokal, hingga penguatan distribusi pangan.
Dengan pendekatan berbasis data yang akurat, Pemkab Banjar optimistis upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.



