REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 asal Kalimantan Selatan tetap berjalan lancar dari Bandara Internasional Syamsudin Noor, meski sempat mengalami keterlambatan sekitar 40 menit dari jadwal awal.
Sebanyak 360 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Banjarmasin bersama petugas resmi diberangkatkan menuju Madinah pada Jumat (24/4/26) dini hari.

Keterlambatan terjadi akibat pergeseran waktu perjalanan jemaah dari Asrama Haji menuju Bandara.
“Harusnya schedule itu pukul 00.05 Wita, namun ada sedikit delay sekitar 40 menit. Ada keterlambatan waktu perjalanan saat jemaah bergerak dari Asrama Haji menuju Bandara,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana saat diwawancarai, Jumat (24/4/2026) dini hari.
Meski sempat tertunda, proses keberangkatan dipastikan tetap berjalan aman tanpa kendala teknis.
Bahkan pihak bandara juga langsung melakukan evaluasi untuk memastikan pelayanan kloter berikutnya lebih optimal.
Millyas menjelaskan, rangkaian pemberangkatan dimulai sejak malam hari, saat jemaah memasuki Aula Keberangkatan Asrama Haji Banjarmasin sekitar pukul 19.15 Wita.
Selanjutnya, pada pukul 21.45 Wita, jemaah dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dan diberangkatkan menuju bandara menggunakan 10 bus.
Setibanya di Bandara Internasional Syamsudin Noor sekitar pukul 23.00 Wita, jemaah secara bertahap masuk ke dalam pesawat melalui garbarata dengan pendampingan petugas.
Pesawat yang digunakan adalah Airbus A330-343 milik Garuda Indonesia yang akhirnya bersiap lepas landas setelah pukul 00.30 Wita.
Kemudian, sebelum tiba di Madinah, pesawat dijadwalkan melakukan technical stop di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, untuk pengisian bahan bakar.
Demikian, kedepan, pihak bandara akan terus melakukan penyesuaian skema pelayanan, mengingat jadwal keberangkatan kloter berikutnya masih berlangsung pada malam hari.
“Karena keberangkatan berikutnya itu masih di posisi malam, jadi mungkin skemanya masih sama dengan saat ini,” ucapnya.
“Evaluasi mungkin tadi awal ini kita masih banyak personil, mungkin nanti ke depan dengan sedikitnya personil namun lebih efektif untuk bisa membantu dari para jemaah,” tuntasnya.



