REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mulai mematangkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.
Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari kesiapan personel, logistik, hingga peralatan di lapangan.
“Kami sudah menyiapkan logistik, peralatan, serta personel untuk menghadapi potensi karhutla ke depan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid beberapa waktu lalu.
Selain itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait kemungkinan penetapan status siaga darurat karhutla.
“Secara administratif, kami tetap satu garis dengan BPBD Provinsi Kalsel untuk penetapan status siaga darurat,” katanya.
Bahkan, upaya kesiapsiagaan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor di tingkat daerah, dengan melibatkan Camat, Lurah, serta berbagai pihak terkait guna menyamakan langkah dalam penanganan karhutla.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan Camat, Lurah, dan stakeholder untuk membahas potensi yang akan terjadi beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, pembahasan akan ditingkatkan melalui rapat lanjutan yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah (Pemda) hingga aparat TNI dan Polri untuk menentukan langkah strategis ke depannya.
“Nanti akan ditindaklanjuti dengan rapat bersama yang dipimpin kepala daerah untuk menentukan status siaga karhutla,” tambahnya.
Di sisi lain, BPBD mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Bencana (MPB) sebagai garda terdepan dalam deteksi dini jika terjadi kebakaran di lapangan.
“Kami juga menggerakkan Masyarakat Peduli Bencana sebagai perpanjangan tangan BPBD di wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, kesiapan ini penting untuk memastikan respons cepat jika terjadi kebakaran, sehingga dampaknya dapat diminimalisir sejak awal.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.



