REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mematangkan tahap pembebasan lahan proyek Bendungan Riam Kiwa sebagai langkah awal percepatan pembangunan.
Gubernur Kalsel, Muhidin menyebut pembebasan lahan menjadi tahapan krusial yang saat ini terus dikoordinasikan, terutama untuk area yang masuk menjadi kawasan kehutanan.

“Mengenai pembebasan lahan, kemarin kita sudah koordinasi. Mungkin itu rapat terakhir, karena ada ketentuan bahwa kita tidak bisa membebaskan pohon yang dianggap sebagai pohon hutan,” ujarnya, Selasa (7/4/26).
Ia menegaskan, pohon yang tumbuh alami di kawasan hutan tidak masuk dalam perhitungan ganti rugi, berbeda dengan tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat.
“Kalau pohon yang tumbuh dengan sendirinya di kawasan hutan, itu tidak bisa dihitung untuk ganti rugi. Berbeda dengan tanaman yang memang ditanam oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara terhadap tanaman produktif yang secara nyata ditanam dan dikelola oleh masyarakat di atas lahan terdampak, Pemerintah tetap memberikan perhatian dengan membuka ruang kompensasi melalui mekanisme perhitungan yang mengacu pada ketentuan dan penilaian yang berlaku, sehingga hak-hak warga tetap terlindungi dalam proses pembebasan lahan tersebut.
“Kecuali yang ditanam, seperti karet, itu bisa kita hitung dan memungkinkan untuk dibayar. Jadi ada perlakuan berbeda antara tanaman alami dengan tanaman budidaya masyarakat,” katanya.
Dari sisi anggaran, Pemerintah memastikan kesiapan anggaran sebagai faktor penting dalam mempercepat proses pembebasan lahan.
Dimana Balai Wilayah Sungai (BWS) telah mengalokasikan dana yang dinilai cukup untuk menunjang tahapan awal tersebut sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
“Dari Balai sudah menyiapkan sekitar Rp150 miliar untuk pembebasan lahan. Jadi setelah lahan ini selesai, kita bisa langsung masuk ke tahap pembangunan,” ucapnya.
Disamping itu, Pemprov Kalsel memastikan desain bendungan telah siap, sehingga konstruksi dapat segera dimulai setelah proses administrasi dan pembebasan lahan rampung.
“Proyek Bendungan Riam Kiwa ini ditargetkan mendukung ketahanan air, pengendalian banjir, dan sektor pertanian di daerah,” tuntasnya.



