REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan datang lebih awal dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya.
Oleh karena itu, setiap Pemerintah Daerah (Pemda) diminta meningkatkan kesiapsiagaannya sejak dini.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik menjelaskan, awal musim kemarau di Kalimantan Selatan tidak terjadi serentak, namun peralihan diperkirakan berlangsung bertahap mulai April hingga Mei 2026.
“Masing-masing wilayah tidak bersamaan memasuki awal musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sebagian wilayah mulai pada April dan sebagian lainnya pada Mei,” ujarnya dalam kegiatan diseminasi informasi musim kemarau 2026 yang digelar secara virtual beberapa waktu lalu.
Menurutnya, informasi prediksi itu menjadi dasar penting bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun langkah antisipasi, terutama menghadapi potensi dampak musim kemarau.
“Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait, terutama dalam menetapkan rencana menghadapi periode musim kemarau,” tegasnya.
BMKG mengingatkan, sejumlah potensi dampak yang perlu diwaspadai seperti kekeringan, keterbatasan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Klaus juga menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor serta kesiapsiagaan sejak dini untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi selama periode kemarau.
“Melalui informasi ini, kita semua diharapkan dapat melakukan mitigasi sejak dini terhadap dampak musim kemarau,” tutupnya.
BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi klimatologi secara berkala agar seluruh pihak dapat merespons dinamika cuaca dengan langkah yang tepat.



