REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Peluncuran inovasi daerah “Siap Melaut” oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut tak sekadar seremoni, melainkan upaya serius membenahi persoalan mendasar yang selama ini membayangi aktivitas nelayan, yakni minimnya legalitas kapal dan dokumen pelayaran.
Program bertajuk “Selesaikan Izin dan Administrasi Pelayaran Melaut Legal, Aman, untuk Tangkap” itu resmi diperkenalkan di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto.
Bupati menegaskan, legalitas menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman bagi para nelayan saat melaut.
Ia mengibaratkan pentingnya izin resmi seperti kelengkapan berkendara yang memberikan ketenangan.
“Melaut harus dengan rasa aman. Kalau kapalnya punya izin lengkap, tentu lebih tenang. Seperti berkendara motor—ada SIM dan STNK, hati lebih nyaman. Melalui Siap Melaut, kita ingin memastikan nelayan Tanah Laut bisa melaut secara legal, aman, produktif, dan berkelanjutan,” terangnya.
Di balik peluncuran program tersebut, tersimpan persoalan krusial yang ingin diurai pemerintah daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, M. Kusri mengungkapkan, tingkat kepemilikan dokumen resmi kapal nelayan masih tergolong rendah.
Berdasarkan data DKPP, dari total 2.815 kapal nelayan di Tanah Laut, baru sekitar 20 persen yang telah memiliki dokumen dan perizinan lengkap.
Kondisi itu dinilai berdampak langsung pada tingginya risiko keselamatan nelayan saat melaut, rendahnya produktivitas, hingga terbatasnya akses terhadap bantuan dan fasilitas pemerintah.
Karena itu, kehadiran program Siap Melaut diharapkan menjadi solusi konkret yang mampu mendorong percepatan legalisasi kapal nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bupati Rahmat menekankan, pentingnya pengawalan berkelanjutan terhadap implementasi program tersebut agar tidak berhenti pada tahap peluncuran semata.
Ia meminta jajaran DKPP untuk terus memantau serta mengevaluasi pelaksanaan di lapangan.
“Saya ingin program ini memberi dampak nyata bagi nelayan. Tolong terus dikawal dan dievaluasi, lihat langsung bagaimana manfaatnya dirasakan di lapangan,” tegasnya.



