REDAKSI8.COM, KALSEL – Posko angkutan Lebaran di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin resmi berakhir pada tanggal 30 Maret 2026.
Selama periode 13–30 Maret, bandara mencatat total pergerakan penumpang mencapai 187.435 orang dengan puncak arus balik terjadi pada 28 Maret.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana menjelaskan, pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan sesuai rencana, termasuk prediksi puncak arus mudik dan arus balik.
“Pelaksanaan angkutan lebaran ini sudah berakhir di tanggal 30 kemarin, jadi selama periode dari tanggal 13 sampai 30 ini kami mencatat untuk puncak arus mudik ada di tanggal 14 Maret,” ujarnya, Selasa (31/3/26).
Ia menyebut, pada puncak arus mudik yang terjadi pada Sabtu 14 Maret, jumlah penumpang tercatat mencapai 12.258 orang dengan 104 pergerakan pesawat dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi di hari Sabtu, 28 Maret 2026, yang merupakan akhir pekan terakhir dalam periode libur panjang Lebaran.
“Dimana itu adalah hari Sabtu terakhir periode untuk libur panjang, dan angkanya cukup lumayan surprising ya ada di 13.858 penumpang yang kita layani di tanggal 28 tersebut, namun dengan pergerakan yang lebih kecil yaitu di 98,” jelasnya.
Meski begitu, secara keseluruhan, selama periode posko angkutan Lebaran berlangsung, Bandara Syamsudin Noor telah melayani total sekitar 187.435 penumpang.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Secara kesungguhan kami mencatatkan melayani sekitar 187,435 penumpang atau naik sekitar 4,3 persen dibanding dengan periode tahun sebelumnya. Dan ini sejalan juga dengan pergerakan penumpang udara secara nasional,” katanya.
Menurutnya Millyas, peningkatan jumlah penumpang juga dipengaruhi oleh adanya penerbangan tambahan atau extra flight yang dioperasikan maskapai selama periode angkutan Lebaran.
“Extra flight itu berkontribusi banyak ya, karena memang extra flight yang ada di sini tujuannya adalah ke Cengkareng dan Surabaya,” ucapnya.
“Dapat dilihat setiap penerbangannya itu selalu full. Menurut saya itu berperan juga dalam meningkatkan pergerakan dari masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, total penerbangan extra flight tersebut bervariasi setiap harinya selama periode angkutan Lebaran berlangsung.
“Karena memang ada periode yang extra flight-nya di harinya itu sampai 10, namun ada juga hanya 2. Jadi memang sangat-sangat berubah,” tutupnya.



