REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Lonjakan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin mulai terlihat seiring dimulainya arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas tersebut, manajemen bandara membuka Posko Terpadu Mudik Lebaran yang melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi.

Aktivitas di terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan penumpang pada Kamis (12/3/26).
Kepadatan dipicu karena mulai bergeraknya masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebih awal menjelang puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik di bandara tersebut diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
Sejumlah masyarakat bahkan memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan saat puncak mudik.
Salah satu penumpang di Bandara Syamsudinoor warga Desa Bakau, Kabupaten Kotabaru, Suratman mengaku, memilih mudik lebih awal menuju kampung halamannya di Semarang.
“Hari ini mau ke Semarang mudik, pesawat jam 12.00 Wita. Mudik lebih awal cutinya baru hari mulai ini,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia mengatakan, telah menyiapkan perjalanan mudik jauh-jauh hari, termasuk dengan membeli tiket pesawat lebih awal agar mendapat harga yang murah.
“Nggak ada kesulitan dapat tiket, karena udah beli jauh-jauh hari dan murah kalau duluan. Tapi rencana pulang ke sini belum tahu kapan, baru lima bulan di Kalsel kerja,” ungkapnya.
Melihat meningkatnya aktivitas penumpang selama periode mudik, manajemen Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports membuka Posko Terpadu Mudik Lebaran di area selasar terminal kedatangan domestik Bandara Syamsudin Noor.
Posko ini mulai diaktifkan pada Kamis (12/3/26) dan direncanakan beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026 guna memberikan pelayanan tambahan bagi para pengguna jasa bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang selama periode mudik.
“Pelaksanaan untuk posko ini akan dimulai di tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026 jari kurang lebih sekitar 18 hari. Tujuannya untuk memberikan pelayanan unggulan-unggulan kepada para pengguna jasa bandara,” sebutnya.
Melalui posko itu, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi terkait perjalanan, termasuk data pergerakan penumpang maupun bantuan lainnya selama berada di bandara.
“Baik yang berangkat maupun yang di kedatangan segala informasi itu bisa disediakan melalui posko terpadu ini karenan nanti akan dari tim kami bersama petugas yang akan stand by memaksimalkan pelayanan kepada penumpang,” jelasnya.
Ia menuturkan, posko tersebut merupakan hasil kolaborasi antara manajemen InJourney Airports dengan berbagai instansi, seperti TNI, Polri, Basarnas, maskapai penerbangan, Perum LPPNPI (Airnav), BMKG, Balai Karantina Kesehatan, serta komunitas bandara lainnya.
Selain memberikan pelayanan kepada penumpang, posko tersebut juga difungsikan sebagai pusat koordinasi operasional dengan kantor pusat maupun regulator apabila diperlukan.
“Selain untuk melayani para penumpang, posko juga dapat digunakan untuk keperluan koordinasi dengan kantor pusat, atau dengan regulator, sehingga kalau memang nanti ada kebutuhan untuk video conference atau rapat koordinasi itu bisa dilakukan di selasar ini,” tuturnya.
Dalam operasionalnya, ratusan personel internal maupun eksternal turut disiagakan untuk mendukung pelayanan dan pengamanan selama periode mudik Lebaran.
Adapun personel terdiri dari tim operasional bandara, teknis, keselamatan, hingga unsur pengamanan gabungan TNI dan Polri.
Selain menyiapkan personel, pihak bandara juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi operasional, seperti inspeksi keselamatan angkutan Lebaran, pengecekan fasilitas kebandarudaraan secara berkala, hingga kesiapan sistem pemantauan penerbangan.
“Seperti dilihat di belakang, ada traffic real-time, CCTV real-time, dan FIDS (Flight Information Display System), juga termasuk informasi cuaca real-time BMKG,” tuntasnya.
Manajemen InJourney Airports juga menyiapkan sejumlah skenario penanganan keadaan darurat, termasuk potensi kecelakaan maupun kondisi force majeure selama periode mudik Lebaran berlangsung.



