REDAKSI8.COM, TAPTENG – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman. Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis, mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena stok BBM dipastikan masih mencukupi.
Hal tersebut disampaikan Mahmud setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Liaison Officer (LO) Pertamina di Sibolga. Berdasarkan informasi yang diterima, pasokan BBM untuk wilayah Tapanuli Tengah masih dalam kondisi normal dan distribusinya berjalan lancar.
“Berdasarkan data terbaru, stok pertalite mencapai 1.832 kiloliter (KL), biosolar sebanyak 2.140 KL, dan pertamax sebesar 2.633 KL. Jumlah ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Mahmud dalam siaran persnya, Kamis (5/3/2026).
Mahmud menjelaskan, selain ketersediaan stok yang memadai, sistem distribusi BBM ke wilayah Tapanuli Tengah juga tetap berjalan secara rutin dan terjadwal. Kapal pengangkut BBM dari Pertamina diketahui datang secara berkala sebanyak empat kali dalam satu bulan untuk memastikan pasokan tetap stabil.
Proses distribusi tersebut dilakukan melalui jalur laut menuju depot penyimpanan sebelum kemudian disalurkan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Aktivitas bongkar muat BBM dari kapal ke mobil tangki di pelabuhan juga dipastikan berjalan normal tanpa adanya hambatan.
“Kedatangan kapal BBM tetap rutin empat kali dalam sebulan. Proses bongkar muat dari mobil tangki di pelabuhan juga berlangsung seperti biasa. Artinya, tidak ada gangguan berarti dalam distribusi,” jelasnya.
Sementara itu, secara terpisah, Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, juga memastikan bahwa ketersediaan BBM di sejumlah terminal penyimpanan di wilayah Sumatera Utara masih dalam kondisi aman.
Ia menyebutkan stok BBM yang tersimpan di Fuel Terminal Sibolga, Fuel Terminal Kisaran, serta Fuel Terminal Medan Group berada pada level yang aman sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Stok di terminal BBM aman dan distribusi ke SPBU tetap berjalan. Ketersediaan di SPBU juga terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Fahrougi juga mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, untuk bersama-sama menyampaikan informasi yang benar dan utuh kepada masyarakat. Menurutnya, penyebaran informasi yang akurat sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Ia menilai fenomena antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang berlebihan, bukan karena adanya kelangkaan pasokan BBM.
“Kondisi ini murni dipicu oleh kepanikan. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan informasi yang benar agar masyarakat lebih tenang dan situasi kembali kondusif,” pungkasnya. (Ded)



