REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH – Meski tak lagi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, kepedulian Sugeng Riyanta terhadap masyarakat tetap mengalir tanpa henti. Kini mengemban amanah sebagai Direktur D pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Sugeng kembali menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata membantu warga terdampak bencana.
Dua gelombang bantuan kemanusiaan disalurkan pada 25 November 2025 dan 11 Februari 2026. Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Kecamatan Sitahuis dan Kecamatan Tukka, wilayah yang terdampak bencana alam dan membutuhkan perhatian cepat.
Di Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, bantuan senilai total Rp100 juta diserahkan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di SD Rampa. Penyaluran dilakukan melalui mantan ajudannya saat menjabat Pj Bupati, Alfredo Banjarnahor dan David Nababan.
Bantuan itu menyentuh berbagai lapisan masyarakat: warga dengan rumah rusak berat hingga ringan, anak-anak sekolah terdampak, balita, lansia, hingga dukungan perbaikan peralatan kantor desa.
Pj Kepala Desa Rampa, Alfredo Banjarnahor, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. “Kami atas nama warga dan Pemerintah Desa Rampa mengucapkan terima kasih banyak. Saya sangat terharu, warga yang menerima bantuan sampai menangis karena merasa diperhatikan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurut Alfredo, perhatian Sugeng Riyanta bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian yang konsisten meski tak lagi berada di jabatan kepala daerah. Ia pun menyampaikan doa agar Sugeng dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam kariernya.
Kepedulian tersebut juga menjangkau Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, pada 16 Februari 2026. Bantuan diberikan setelah adanya unggahan di media sosial terkait kebutuhan fasilitas rumah ibadah yang kemudian diteruskan kepada Sugeng.
Merespons cepat permintaan dari Ketua BKM Masjid Jami’ Bona Lumban, Sahruddin Sibuea, Sugeng mengirimkan bantuan berupa alat mixer audio dan vacuum cleaner untuk mendukung kebersihan serta kenyamanan beribadah.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Sugeng Riyanta atas bantuannya. Semoga beliau semakin berjaya dan amal ibadahnya diterima Allah SWT,” tutur Sahruddin penuh syukur.
Proses penyaluran bantuan turut dikoordinasikan oleh David Nababan, personel Polres Tapanuli Tengah. Ia menceritakan momen haru yang terjadi di lapangan. Selain menyerahkan bantuan, tim juga membantu mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
Dalam suasana kebersamaan tersebut, nilai toleransi dan persaudaraan terasa kental. Saat waktu salat Ashar tiba, David yang beragama Kristen menyampaikan identitasnya kepada pengurus masjid. Sikap saling menghormati pun terjalin hangat.
“Saya sampaikan saya Kristen, dan Ketua BKM mengerti. Pesan dari Pak Sugeng jelas masih saya ingat, lupakan perbedaan di hadapan bencana, kita semua hanya manusia. Solidaritas dan semangat gotong royong harus tetap terjalin,” ungkap David.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa jabatan boleh berganti, tetapi kepedulian sejati tak mengenal batas waktu maupun posisi. Di tengah ujian bencana, semangat gotong royong dan toleransi kembali diteguhkan—menjadi penguat harapan bagi masyarakat Tapanuli Tengah untuk bangkit bersama.



