REDAKSI8.COM, TAPTENG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Tengah, Jusmar Simamora, membantah keras informasi dalam video yang beredar luas di media sosial terkait peristiwa pecahnya kaca di salah satu ruangan.
Ia menegaskan, narasi yang berkembang tidak sesuai dengan fakta kejadian yang sebenarnya.
“Perlu kami luruskan, peristiwa pecahnya kaca tersebut terjadi pada 21 Januari 2026. Kejadian itu murni disebabkan pintu bagian belakang terguncang hingga kaca terjatuh dan mengenai bangku. Tidak benar ada tindakan penendangan atau unsur kesengajaan seperti yang dituduhkan,” tegas Jusmar saat dijumpai dikantornya. Kamis (19/02/2026)
Lebih lanjut, pihaknya juga mempertanyakan waktu kemunculan kembali informasi lama tersebut yang baru ramai diperbincangkan pada Februari 2026. Padahal, menurutnya, kondisi kaca yang pecah telah lama ditangani dan dibersihkan, sehingga tidak lagi menjadi persoalan di lokasi kejadian.
“Kami heran, kenapa kejadian yang sudah selesai dan tidak menjadi masalah lagi justru kembali diangkat. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.
Terkait beredarnya foto maupun informasi yang menyertai video tersebut, Jusmar mengimbau seluruh pihak agar tidak membangun opini atau dugaan tanpa dasar yang jelas, apalagi mengaitkan peristiwa itu dengan pihak tertentu tanpa bukti yang valid.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik. Menurutnya, insan pers diharapkan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang profesional, berimbang, serta mengedepankan verifikasi fakta.
“Kami berharap rekan-rekan media tidak terjebak pada konten yang bersifat spekulatif atau menyesatkan. Sampaikan informasi secara objektif agar masyarakat tidak menerima informasi yang keliru,” pungkasnya.(ded)



