REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebuah unit traktor milik desa dilaporkan amblas dan terjebak di area Kubah Datu Bagul, Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Timur, pada Sabtu (21/2/2026) malam. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di area tanah gembur yang rawan ambles saat dilalui kendaraan berat.
Mendapat laporan dari masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar segera bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas DPKP Kabupaten Banjar turut dibantu oleh personel Polres Banjar serta relawan setempat guna mempercepat proses penanganan.
Menurut informasi di lapangan, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, traktor mengalami kondisi tidak dapat bergerak sama sekali karena bagian bannya terperosok ke dalam tanah yang labil. Struktur tanah di sekitar Kubah Datu Bagul diketahui cukup gembur dan tidak mampu menopang beban alat berat, sehingga menyebabkan traktor desa tersebut amblas.
Danru DPKP Kabupaten Banjar yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa traktor sempat diupayakan keluar secara mandiri sebelum bantuan datang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Unit traktor desa tersebut tidak bisa keluar dan benar-benar terjebak. Tanahnya gembur dan tidak kuat menahan beban traktor. Setelah dicoba dikeluarkan sendiri tidak berhasil, akhirnya pihak desa menghubungi petugas Damkar,” terangnya.
Sekitar ±20 menit setelah laporan diterima, petugas DPKP Kabupaten Banjar tiba di lokasi bersama Unit Polres Banjar dan sejumlah relawan. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah yang berisiko semakin amblas apabila penarikan tidak dilakukan secara tepat.
Petugas kemudian menggunakan alat winch yang terpasang pada kendaraan operasional untuk menarik traktor secara perlahan. Dengan koordinasi yang baik antara petugas Damkar, kepolisian, dan relawan, proses penarikan berjalan lancar meski membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.
Berkat kerja sama tersebut, traktor akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi amblas tanpa mengalami kerusakan berarti. Situasi di lokasi pun kembali aman dan kondusif setelah proses evakuasi selesai.
DPKP Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat, khususnya pengguna alat berat dan kendaraan besar, agar lebih berhati-hati saat melintas di area dengan kondisi tanah gembur, terlebih pada malam hari atau setelah hujan. Pemerintah desa juga diharapkan dapat melakukan pemetaan wilayah rawan amblas guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan dan sinergi antarinstansi di Kabupaten Banjar dalam merespons laporan masyarakat dengan cepat, sehingga potensi risiko yang lebih besar dapat dihindari.



