REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di dua wilayah, yakni Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman dan Desa Paring Tali, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (21/2/2026).
Pelaksanaan GPM ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengendalikan inflasi pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang relatif jauh dari pusat distribusi.
Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias mendatangi lokasi GPM untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Warga berharap program ini dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar M Hamdani menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM pada hari ketiga Ramadan ini difokuskan pada penyediaan komoditas pangan strategis yang paling dibutuhkan masyarakat, yakni beras dan ikan segar bersubsidi.
“Untuk beras, kami menyediakan kemasan 4 liter atau setara sekitar 3 kilogram. Setiap kemasan mendapat subsidi sebesar Rp20 ribu dari pemerintah daerah,” jelas Hamdani di sela kegiatan.
Ia menambahkan, beras yang disalurkan dalam GPM kali ini terdiri dari dua jenis, yakni beras siam lokal dan beras SPHP Bulog. Khusus untuk beras SPHP, harga jualnya ditetapkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk intervensi pemerintah agar harga beras tetap stabil dan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok utama,” tambahnya.
Selain beras, DKPP Kabupaten Banjar juga menyediakan ikan segar sebagai sumber protein hewani dengan harga subsidi. Ikan yang dijual dalam GPM ini meliputi ikan nila dan ikan patin, yang merupakan komoditas perikanan unggulan daerah.
Plt Kasi Promosi dan Pemasaran Hasil Perikanan Irwan menyampaikan bahwa harga ikan segar tersebut dijual lebih murah dibandingkan harga pasar karena mendapatkan subsidi pemerintah sebesar Rp10 ribu per kilogram.
“Dengan adanya subsidi ini, kami berharap konsumsi ikan masyarakat tetap terjaga selama Ramadan, sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi,” ujarnya.
Tidak hanya beras dan ikan, GPM ini juga menghadirkan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, dan komoditas pangan strategis lain. Bahan pangan tambahan tersebut disediakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar sebagai bentuk sinergi antarperangkat daerah.
Kolaborasi antara DKPP dan DKUMPP Kabupaten Banjar ini menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan bahan pangan yang lengkap, terjangkau, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Kedua SKPD tersebut berkomitmen untuk terus bergandengan tangan melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Banjar.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap dapat membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Program ini juga diharapkan menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika harga pangan selama bulan suci.



