REDAKSI8.COM, BITUNG – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Bitung dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan melalui pengamanan maksimal pada pelaksanaan upacara adat Tulude 2026 yang digelar Pemerintah Kota Bitung, Jumat (30/1/2026).
Upacara adat tahunan masyarakat Nusa Utara tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah, mengusung tema “Harmony in Diversity” atau dalam bahasa Sangihe “Karima Dame Gighile Mang Tumendang”, yang merefleksikan nilai persatuan, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung.
Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Bitung mengerahkan 60 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di sekitar lokasi acara, mencakup pengaturan lalu lintas, pengawasan massa, hingga antisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyaksikan langsung prosesi sakral penganugerahan Gelar Adat kepada Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE. Dalam prosesi adat tersebut, Wali Kota Bitung dianugerahi gelar “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjaga serta memelihara negeri.
Melalui Kabag Ops Polres Bitung KOMPOL Karel Tangay, SH, Kapolres Bitung menegaskan bahwa pengamanan Tulude merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam mendukung kegiatan budaya dan adat sebagai identitas daerah..
“Sebanyak 60 personel kami kerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Tulude tahun 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Senada, Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai menekankan bahwa pola pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis serta sinergi lintas unsur.
“Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang mengikuti pesta adat Tulude,” jelasnya.
Dengan pengamanan yang optimal dan suasana kebersamaan yang terjaga, pesta adat Tulude 2026 di Kota Bitung berlangsung aman, tertib, dan penuh makna, sekaligus menjadi simbol kuat pelestarian budaya serta harmoni dalam keberagaman.
2



