REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mulai matangkan rencana pembangunan jalan lingkar (ring road) yang akan menghubungkan wilayah timur Banjarbaru hingga sisi selatan kota.
Dalam konsep awal, jalan lingkar tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 43,2 kilometer.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Adi Maulana mengatakan, rencana jalan lingkar tersebut masih berada pada tahap awal perencanaan.
Meski demikian, trase awal jalan lingkar sudah disusun dan mulai diperdalam dari berbagai aspek teknis.
“Trase rencana awalnya memang sudah ada, tetapi untuk kajian teknis, pendetailan DED, serta dokumen-dokumen lingkungan baru akan kami kerjakan tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana jalan lingkar itu disiapkan sebagai proyek strategis yang diarahan langsung oleh Ibu Wali Kota Banjarbaru.
Oleh karena itu, seluruh kajian dilakukan secara bertahap dan mendalam, termasuk terkait persoalan lahan dan dampak lingkungan.
“Ini masih di tataran konsep, tapi sudah mulai dimatangkan. Karena ini termasuk proyek strategis dan prestisius, tentu perlu kajian yang komprehensif,” jelasnya.
Pada tahap kajian awal, pihaknya berencana bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), khususnya untuk kajian visibilitas.
“Sementara untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen teknis lainnya akan melibatkan pihak ketiga atau konsultan,” tuturnya.
Selain itu, Dinas PUPR juga menyiapkan berbagai dokumen lingkungan, seperti Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perhubungan, jadi ini masih dalam tahap tataran konsep sebenarnya, tapi sudah mulai untuk dimatangkan,” katanya.
Secara garis besar trase awal jalan lingkar tersebut direncanakan dimulai dari kawasan Jalan Sirkuit di sisi timur Banjarbaru, kemudian melingkar hingga keluar di ruas Jalan Ahmad Yani, Bati-Bati, tepatnya di kawasan Pangayuan, dekat perbatasan wilayah.
“Draft awalnya memang sekitar 43,2 kilometer. Tapi ini masih sangat awal, nanti bisa saja ada perubahan trase setelah kajian dilakukan,” terangnya.
Menurutnya, rencana jalan lingkar itu kemungkinan akan membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Pusat, mengingat besarnya anggaran yang diperlukan.
“Karena dananya tidak sedikit, sehingga ke depan kemungkinan akan dibawa ke tingkat Kementerian. Untuk perkembangannya, mungkin Ibu Wali Kota yang akan mengawal langsung,” tuntasnya.



