REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru melalui Bidang Bina Marga memastikan fokus penanganan infrastruktur jalan pada tahun 2026 diarahkan pada jalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keterbatasan anggaran pada 2026.

Sehingga penanganan jalan diprioritaskan pada ruas-ruas lingkungan seperti jalan perumahan, jalan komplek, dan jalan kampung.
“Untuk tahun 2026, kami fokus pada penanganan jalan lingkungan. Sementara pembangunan jalan baru maupun peningkatan kapasitas jalan kota kami tunda,” ujarnya, Selasa (27/1/26).
Berdasarkan klasifikasi fungsi jalan, Adi menyebutkan, jalan kota terbagi menjadi empat, yakni jalan arteri, kolektor, lokal, dan jalan lingkungan.
“Jadi kita fokus penanganan jalan lingkungan yang terdampak langsung dengan masyarakat terhadap aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, PUPR Banjarbaru telah menyiapkan tujuh paket pekerjaan jalan lingkungan yang tersebar di sejumlah Kecamatan di Kota Banjarbaru.
“Tujuh paket tersebut terdiri dari kegiatan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, serta peningkatan jalan lingkungan,” sebutnya.
Rinciannya, tiga paket rehabilitasi jalan lingkungan masing-masing berada di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru Utara, dan Banjarbaru Selatan.
“Selain itu, terdapat satu paket pemeliharaan berkala jalan lingkungan di Kecamatan Cempaka,” katanya.
Sementara itu, untuk kegiatan rekonstruksi atau peningkatan jalan lingkungan terdapat tiga paket pekerjaan yang berlokasi di Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Cempaka, dan Kecamatan Liang Anggang.
Dengan demikian, total terdapat tujuh paket pekerjaan jalan lingkungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2026.
“Tujuh paket ini yang kami targetkan selesai di Tahun 2026,” ucapnya.
Terkait tahapan pelaksanaan, dikatakannya saat ini pihaknya masih berada pada tahap finalisasi penyusunan HPS dan revisi Detail Engineering Design (DED).
“Target kami, Februari sudah bisa mulai proses lelang. Mudah-mudahan sebelum bulan puasa sudah berkontrak, dan setelah itu kegiatan fisik di lapangan bisa mulai dilaksanakan,” pungkasnya.



