REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) mulai berdampak signifikan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hingga awal 2026, sebanyak 250 sekolah di berbagai jenjang telah masuk dalam program revitalisasi, sementara ratusan sekolah lainnya masih menunggu giliran.

Program itu memprioritaskan sekolah yang berada di wilayah rawan bencana serta satuan pendidikan dengan kondisi fisik rusak dan membutuhkan penanganan segera.
Bahkan, sejumlah sekolah di wilayah Kalsel sendiri telah diusulkan sejak Tahun 2025 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, revitalisasi yang sedang berjalan mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB.
“Untuk angka itu tertotal anggaran dari Kementerian kurang lebih Rp232,9 miliar. Jadi kewenangan Disdik itu ada pemisahan antara Kabupaten/Kota untuk PAUD, SD, dan SMP. Sedangkan provinsi SMA, SMK dan SLB saat ini di kewenangan saya. Kami sudah menyusun database,” ujarnya, Senin (12/01/26).

Rinciannya, dari total 250 sekolah tersebut terdiri dari 26 PAUD, 86 SD, 78 SMP, 29 SMA, 25 SMK, dan 6 SLB.
Dimana menurutnya, kebutuhan revitalisasi sekolah yang layak dan representatif di Kalsel sebenarnya masih sangat besar.
“Bagaimanapun Pemerintah Kabupaten Kota dan provinsi tidak bisa berjalan sendiri. Kita sangat menyambut baik apa yang didukung Kemendikdasmen RI, sehingga nanti kita coba bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan khususnya sarana-perasarana pendidikan,” jelasnya.
Ia juga berharap, dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat dapat terus ditingkatkan pada Tahun 2026. Terlebih, sejumlah sekolah kembali terdampak bencana banjir dan membutuhkan penanganan cepat.
“Ini juga kita usulkan kembali dari hasil rapat bersama, sudah disampaikan oleh pemerintah sekolah yang terdampak bencana, yang rusak menjadi prioritas di 2026,” imbuhnya.
“Mohon doanya semua sektor ikut membantu untuk perbaikan sarana-perasarana dan layanan pendidikan di Kalsel,” tutupnya.
Diketahui sebagai bahan usulan lanjutan, hingga saat ini Disdik Kalsel telah menghimpun data sebanyak 926 sekolah terdampak bencana di seluruh wilayah Kalimantan Selatan untuk diajukan ke program revitalisasi Pemerintah Pusat.



