REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru terus mematangkan penanganan banjir seiring masih berlangsungnya pengungsian warga di sejumlah titik.
Pendataan diperkuat sebagai dasar distribusi bantuan agar tepat sasaran dan merata.

Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie menyampaikan, jumlah warga terdampak banjir yang tercatat saat ini mencapai sekitar 949 Kepala Keluarga (KK) atau 2.842 jiwa.
Data tersebut dihimpun langsung oleh BPBD dan menjadi rujukan utama dalam penyaluran bantuan dari berbagai pihak.
“Termasuk dari Kementerian Sosial akan dilakukan berdasarkan data resmi yang telah dilaporkan kepada Pemerintah Pusat,” ucapnya.
Sementara, seluruh mekanisme distribusi mengikuti arahan Wali Kota Banjarbaru agar bantuan tersalurkan secara adil dan sesuai kebutuhan pengungsi.
Namun, BPBD saat ini masih melakukan penyesuaian pada aspek teknis distribusi, yakni sinkronisasi data dan mekanisme penyaluran dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih serta memastikan efektivitas bantuan di lapangan.
“Masih ada hal-hal yang perlu kita samakan bersama, sehingga distribusi bantuan bisa berjalan lebih tertib dan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.
Selain itu, terkait dukungan dari Kementerian Sosial, BPBD Banjarbaru menerima buffer stock logistik serta tenda lipat berukuran kecil.
“Bantuan itu disiapkan sebagai cadangan darurat dan akan digunakan jika terjadi bencana susulan,” ujarnya.
Zaini menegaskan, hingga kini kebutuhan dasar para pengungsi relatif terpenuhi. Karena bantuan mengalir tidak hanya dari Pemerintah Pusat dan Daerah, tetapi juga dari berbagai unsur lainnya.
“Termasuk di antaranya dukungan langsung dari Wali Kota Banjarbaru yang disalurkan ke titik-titik rawan banjir yang sebelumnya telah dipetakan dan disiapkan bersama oleh Pemerintah Daerah,” tutupnya.



