REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong turun langsung membantu penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kelurahan Guntung Damar.
Hal tersebut, Ia lakukan untuk percepatan penanganan Karhutla di sekitar Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Kota Banjarbar, Senin (2/10/2033).
Wamen LHK menilai, di Kecamatan Landasan Ulin, kondisi Karhutlanya sudah darurat. Sehingga diperluan penanganan lebih serius.
“Khusus di Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru ini bisa kita atasi dan kita kurangi, ini sudah kondisi emergency dan sikap kita juga harus emergency, kita gunakan semua sumber daya yang kita punya,” terang Alue Dohong kepada sejumlah awak media.
Ia menyebutkan, sedikitnya ada 104 titik hotspot di wilayah Kota Banjarbaru yang akan menjadi titik lokasi pemadaman Karhutla.
Namun dari kesemuanya, belum tentu merupakan tempat yang fhayer spot, sehingga perlu dicari terlebih dulu fhayer spotnya guna memaksimalkan pemadaman.
“Memang pada hari ini data hotspot yang terpantau khususnya yang ada di Banjarbaru kurang lebih 104 titik hotspot,” ujarnya.
Adapun 4 provinsi rawan terjadinya Karhutla, yakni di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Oleh karena itu, Ia mengimbau, kepada masyarakat yang lahannya terdampak dari Karhutla ikut serta dalam penanganan kebakaran.
Dan bagi masyarakat yang berkegiatan diluar rumah agar dapat menggunakan masker untuk menghindari dampak kabut asap dari Karhutla.
“Masyarakat yang lahan-lahan nya terbakar ikut juga berpartisipasi jangan diam saja, jangan dibiarkan lahannya terbakar,” imbaunya.
Tidak hanya itu, Ia pun menegaskan, Polda Kalsel tidak segan-segan mengambil tindakan hukum guna memberikan efek jera kepada oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Saya minta polda untuk melakukan kegiatan penegakan hukum supaya ada getaran efeknya, karena ini menjadi masalah kita bersama,” tegasnya.
Dia berharap, adanya kerjasama dan upaya bersama ini dapat mengatasi serta meminimalisir luasan lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru.
“Mudah-mudahan dengan upaya bersama, kerja guyup, kerja bareng kita pelan-pelan mengatasi bisa tertanggulangi,” tandasnya.
Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Provinsi Kalsel, Ricky Ferdyanto mengatakan, berdasarkan dari arahan Wakil Menteri, wilayah Kecamatan Guntung Damar akan segera dipandamkan.
Supaya, kabut asap yang timbul dari Karhutla tidak lagi mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Syamsuddin Noor.
“Arahan dari Wamen bahwa sekitaran Guntung Damar ini harus sesegera mungkin untuk dilakukan pemadaman,” ujarnya.
Ia mengakui, memang kendala dalam penanganan Karhutla ini selain tanahnya gambut, adalah titik lokasi kejadian yang jauh dari sumber air sehingga sulit untuk dijangkau.
“Daerah-daerah yang terbakar ditengah itu memang airnya agak susah, jadi kita kadang memerlukan 5 sampai 6 rol selang untuk dapat menuju ke titik spot yang ada,” pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, per Kamis (28/9/23) luas lahan yang terbakar di Ibu Kota Provinsi Kalsel sudah mencapai 868,3 hektare dengan jumlah 386 kejadian.



