REDAKSI8.COM, BANJAR – Semangat generasi muda Kabupaten Banjar untuk berkontribusi bagi daerah kembali terlihat dalam ajang Pemilihan Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar Bernuansa Islami 2026. Sebanyak 53 peserta mengikuti audisi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) di Wisma Sultan Sulaiman Martapura, Selasa (9/6/2026) pagi.
Puluhan peserta tersebut terdiri dari 17 calon Nanang dan 36 calon Galuh yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar. Mereka mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Juni 2026.

Dalam audisi ini, para peserta tidak hanya diuji dari segi penampilan dan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga harus mengikuti tes tertulis, wawancara, serta penampilan bakat. Berbagai aspek penilaian tersebut dilakukan untuk mencari figur muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter yang baik, serta kemampuan menjadi representasi Kabupaten Banjar di berbagai kesempatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, yang turut menjadi dewan juri dalam kegiatan tersebut, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar selalu menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah.
Menurutnya, keikutsertaan dalam audisi ini sudah menjadi bentuk kontribusi nyata bagi Kabupaten Banjar.
Para peserta dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra dan nama baik daerah, baik saat berada di lingkungan pendidikan, dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keikutsertaan pada tahapan awal ini sudah menjadi bagian dari Kabupaten Banjar. Di mana pun kalian berada, bekerja, berkarier maupun menempuh pendidikan, tetaplah mencintai daerah yang telah membesarkan kalian,” ujarnya.
Nurgita juga menegaskan bahwa peran Nanang dan Galuh saat ini tidak lagi sebatas sebagai ikon pariwisata. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif membantu pemerintah dalam menyampaikan berbagai pesan pembangunan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, para finalis dan pemenang nantinya dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait berbagai persoalan sosial yang masih menjadi perhatian pemerintah, seperti pencegahan pernikahan usia dini, bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai isu sosial lainnya yang berdampak terhadap masa depan generasi muda.
“Nanang dan Galuh harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda. Mereka tidak hanya mempromosikan wisata, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan positif yang mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Nanang dan Galuh Bernuansa Islami merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kebudayaan dan pariwisata yang sejalan dengan visi Kabupaten Banjar, yaitu Maju, Mandiri, dan Agamis.
Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta pemahaman yang baik terhadap potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Banjar.
“Terpilihnya Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026 ini merupakan duta wisata yang akan mewakili Kabupaten Banjar di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan maupun tingkat nasional,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu memperkenalkan destinasi wisata dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan mengusung konsep bernuansa Islami, ajang Pemilihan Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026 diharapkan dapat menghasilkan figur muda yang berakhlak, berprestasi, berwawasan luas, serta siap menjadi wajah Kabupaten Banjar dalam berbagai kegiatan promosi budaya, pariwisata, dan pembangunan daerah di masa mendatang.



