RADAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebanyak 50 titik sumur bor tersebar di Kelurahan Syamsuddin Noor dan Guntung Payung, Kota Banjarbaru.
Namun, dari 50 sumur bor hanya 1 yang bisa difungsikan untuk membantu menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Informasi ini disampaikan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru pasca survei ke lapangan pada Senin (31/7/23) lalu.
Dari data mereka, 50 sumur bor itu merupakan hasil dari advokasi Badan Restorasi Gambut (BRG), yang memintakan bantuan kepada Wetlands penanganan Karhutla.
Dimana bantuan tersebut disalurkan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dari 50 titik sumur bor, satu yang aktif itu berada di tengah kebun milik warga di Kelurahan Syamsuddin Noor.
Meski begitu, kondisi sumur bor sudah tidak maksimal lagi jika digunakan sebagai sarana penanganan Karhutla.
“Airnya sudah agak macet,” ucap Sekretaris BPBD Kota Banjarbaru Rosida Ariyanti, Senin (14/8/23).
Kemudian, sumur bor di titik lainnya sebagian besar sudah tertutup dengan endapan pasir, ranting, hingga semak-semak yang masuk ke dalam lubang sumur bor.
Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab aset sumur bor bukan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.
Karena belum ada hibah dari BRG ke Pemko Banjarbaru.
“Belum bisa kita apa-apakan sumur bor nya, kita cuman tau titiknya saja dimana,” ujarnya.
Ia mengaku, saat ini pihaknya merasa kesulitan dalam memadamkan api Karhutla, ditambah lokasi kebakaran jauh dari akses air.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengatakan, akan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada untuk mengantisipasi berkaitan dengan masalah Karhutla.
Jika sumur bor tersebut masih aktif maka dapat digunakan untuk penanganan Karhutla, tapi kalau sudah rusak akan diperbaiki sehingga bisa di aktifkan kembali.
Meski demikian, Aditya mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan hasil survei tersebut.
“Jadi kita lihat kedepannya nanti bagaimana, tahun kemarin hasil koordinasi kami dengan BRG akan dihibahkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar soal rencana tersebut,” ungkapnya
Ia menilai, fungsi dari 50 titik sumur bor tersebut sebenarnya sangat penting dalam upaya penanganan Karhutla di Kota Banjarbaru.
“Karena itulah kami berencana mengaktifkan kembali, agar paling tidak air dari sumur bor itu bisa mengurangi beban Karhutla yang terjadi,” pungkasnya.



