REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mematangkan persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hanya mengasah kemampuan baris-berbaris, para calon anggota Paskibraka juga dibekali pembentukan karakter melalui program Revolusi Mental agar mampu menjadi generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan berjiwa nasionalisme.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Calon Paskibraka Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjar di Aula BKPSDM Martapura, Senin (3/8/2026) malam.

Sebanyak 33 calon Paskibraka mengikuti pembekalan yang menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi tentang Revolusi Mental Paskibraka. Ia menegaskan bahwa anggota Paskibraka bukan hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat sebagai teladan bagi masyarakat.
Menurut Yudi, lahirnya konsep Revolusi Mental Paskibraka didasarkan pada kebutuhan untuk mencetak generasi muda yang memiliki integritas tinggi, disiplin, semangat nasionalisme, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Visi Revolusi Mental Paskibraka adalah mewujudkan anggota Paskibraka sebagai teladan karakter bangsa yang unggul, berintegritas, dan berjiwa revolusi mental,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga dengan sikap dan perilaku yang baik.
“Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, kalian harus menjaga sikap, disiplin, dan integritas, tidak hanya selama masa pelatihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah contoh yang baik bagi teman sebaya dan masyarakat,” pesan Yudi Andrea.
Dalam pemaparannya, Yudi menjelaskan bahwa pembentukan karakter calon Paskibraka dilakukan melalui empat tahapan utama.
Tahap pertama adalah latihan fisik, yang bertujuan meningkatkan kebugaran, kedisiplinan, ketahanan tubuh, serta kesiapan peserta dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Tahap kedua berupa pembinaan mental, dengan penanaman nilai-nilai integritas, nasionalisme, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air agar para peserta memiliki karakter yang kuat.
Selanjutnya, peserta mengikuti latihan praktik, meliputi penguasaan tata upacara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga simulasi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih sesuai standar nasional. Tahapan ini bertujuan memastikan setiap anggota mampu menjalankan tugas secara presisi, kompak, dan penuh tanggung jawab.
Sementara pada tahap terakhir, peserta mendapatkan pembinaan kesiapsiagaan melalui berbagai simulasi kondisi lapangan. Latihan ini dirancang untuk melatih kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, bekerja sama dalam tim, menjaga ketenangan di bawah tekanan, serta menyelesaikan tugas secara profesional.
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap seluruh calon Paskibraka tidak hanya sukses menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dengan bekal karakter yang kuat, para calon Paskibraka diharapkan menjadi representasi generasi muda Kabupaten Banjar yang tidak hanya membanggakan saat bertugas di lapangan, tetapi juga mampu memberikan inspirasi bagi generasi sebaya dalam membangun bangsa.



