REDAKSI8.COM – Dalam Tele Conference yang di gelar Pemerintah Kota Banjarbaru, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menyampaikan, 2 dari 3 orang warga Banjarbaru yang merupakan klaster ijtima Ulama di Goa, Provinsi Sulawesi Selatan, telah dinyatakan negatif covid-19.
Dimana sebelumnya, 3 orang tersebut dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid test. Akan tetapi sambung Rizana Mirza, berdasarkan informasi yang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melalui BPTKL Kota Banjarbaru, setelah melakukan test swab 3 orang tersebut terbukti negatif covid19.


“Alhamdulliah hasilnya negatif. Perlu kami tekankan, rapid test itu hanya screaning awal saja, bukan penetuan,” ujarnya saat tele conference, selasa (14/4).
Selanjutnya, dari 41 klaster goa yang telah di rapid test yang hasilnya 24 orang reaktif, saat ini telah ditempatkan di Balai Diklat Ambulung Kota Banjarbaru untuk di karantina.
“Pun, informasi mengenai 24 orang dari 41 warga Kota Banjarbaru yang sempat dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, itu belum dikatakan terpapar covid-19,” tambahnya kepada rekan-rekan media.

Lalu, permasalahan para pihak keluarga yang terkait telah ditangani oleh BPBD Kota Banjarbaru. Dimana, keluarga yang bersangkutan sudah menerima sembako untuk persedian selama satu bulan.
Berdasarkan informasi terakhir, di Kota Banjarbaru ada 225 orang dalam pemantauan (PDP). Pasien dalam pengawasan (ODP) 5 orang dan yang terkonfirmasi covid-19 ada 2 orang.
Secara detail, ODP di Kota Banjarbaru diantaranya Kecamatan Liang Anggang ada 6 orang. Landasan Ulin 78 orang, Banjarbaru Selatan 45 orang, Banjarbaru Utara 72 dan Kecamatan Cempaka 18 orang.
Selanjutnya, 2 PDP ada di Liang Anggang, 1 di Landasan Ulin dan 2 di Banjarbaru Utara. yang terkonfirmasi berada wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Landasan Ulin.

