REDAKSI8.COM, KOTABARU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta paparan asap.

Berdasarkan data September 2026, kasus ISPA di Kotabaru didominasi kelompok usia dewasa sebanyak 1.325 kasus.
Disusul balita 693 kasus, anak-anak 454 kasus, remaja 398 kasus, dan lansia 217 kasus.
Meski terjadi peningkatan, Dinas Kesehatan menyebut kenaikan kasus tersebut belum terlalu signifikan. Hingga saat ini, juga belum tercatat angka kematian akibat ISPA.
Hal itu disampaikan Ardiansyah sebagai koordinator pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan Kotabaru saat ditemui di kantor Dinkes, Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kamis (22/10/2026).
Ardiansyah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus ISPA setiap hari untuk mengetahui tren peningkatan penyakit tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara menurun akibat asap.
“Kalau beraktivitas di luar rumah, upayakan menggunakan masker. Jika mengalami gejala sakit, segera periksakan diri ke puskesmas atau klinik terdekat,” imbaunya.
Selain menjaga kesehatan diri, masyarakat juga diminta berperan aktif mencegah karhutla. Warga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat kondisi kemarau masih berpotensi memicu kebakaran.
Dinas Kesehatan berharap langkah pencegahan tersebut dapat mengurangi risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan, serta mencegah bertambahnya kasus ISPA di Kabupaten Kotabaru.








