REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Banjar H Saidi Mansyur kembali turun langsung meninjau kesiapan personel dan peralatan pemadam kebakaran sekaligus memberikan dukungan kepada barisan pemadam kebakaran (BPK) yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sektor Gambut, Sabtu (17/10/2026) malam, Saidi menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada 21 BPK. Selain bantuan peralatan, ia juga memberikan bantuan pribadi berupa dana untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) guna mendukung operasional petugas di lapangan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas armada pemadam, terutama ketika petugas harus bergerak cepat menuju lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.
Peninjauan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kesiapan personel, kondisi sarana pendukung, serta kebutuhan para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, Kepala DPKP Agus Siswanto, Kepala DKISP Faisal, Camat Gambut Ramdani, serta Kapolsek Gambut Ipda Ghandy Androfo.
Saat meninjau kesiapan petugas, Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang terus membantu pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, keterlibatan BPK dan relawan memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemadaman. Kesiapan personel, ketersediaan peralatan, serta koordinasi antarpihak menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar penanganan kebakaran dapat berjalan secara efektif.

Namun, di tengah upaya memadamkan api, keselamatan petugas juga harus menjadi prioritas. Kondisi di lapangan yang berpotensi membahayakan menuntut setiap personel untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi fisik selama bertugas.
“Terima kasih karena telah membantu pemerintah dalam penanganan karhutla. Tetap semangat, jaga kesehatan dan utamakan keselamatan atau safety,” ujar Saidi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan memadamkan api, tetapi juga pada kemampuan menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Di balik upaya pemadaman yang dilakukan, para relawan juga menghadapi tantangan dalam menjaga kondisi tubuh. Aktivitas di lokasi kebakaran membutuhkan tenaga, stamina, dan kesiapan fisik yang baik, terlebih ketika petugas harus bekerja dalam situasi yang menguras energi.
Perwakilan relawan Damkar SP-12, Ari, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Bupati Banjar kepada para BPK.
Meski demikian, ia berharap dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada penyediaan peralatan dan biaya operasional, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan para petugas.
“Kami juga meminta Bupati untuk memberi bantuan untuk pemeriksaan kesehatan, juga tambahan suplemen atau vitamin, biar lebih semangat,” pintanya.
Ari berharap pemeriksaan kesehatan dan pemberian suplemen atau vitamin dapat menjadi bagian dari perhatian terhadap para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, menjaga kesehatan dan stamina merupakan hal penting agar relawan tetap dapat menjalankan tugas dengan baik. Dukungan tersebut juga diharapkan membantu petugas lebih memperhatikan kondisi tubuh ketika menghadapi pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar.
Permintaan ini sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap relawan pemadam kebakaran. Selain perlengkapan operasional, aspek kesehatan dan keselamatan perlu mendapat perhatian agar petugas dapat menjalankan tugas tanpa mengabaikan risiko yang dihadapi.
Peninjauan yang dilakukan Bupati Banjar menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran dalam menghadapi ancaman karhutla.
Bantuan peralatan kepada 21 BPK serta dukungan dana BBM diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional, sehingga para relawan memiliki dukungan yang lebih baik ketika harus bergerak menuju lokasi kebakaran.
Di sisi lain, kesiapsiagaan penanggulangan karhutla juga membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, BPBD, aparat keamanan, serta relawan memiliki peran masing-masing dalam mendukung penanganan kebakaran.
Koordinasi yang baik diperlukan agar informasi mengenai titik kebakaran dapat ditindaklanjuti dengan cepat, kebutuhan peralatan dapat dipenuhi, dan penanganan di lapangan berjalan secara terarah.
Perhatian terhadap kesehatan personel juga menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan tersebut. Pemeriksaan kondisi fisik, pemenuhan kebutuhan dasar selama bertugas, serta penggunaan perlengkapan keselamatan perlu menjadi perhatian dalam setiap kegiatan pemadaman.
Dengan dukungan operasional yang memadai, kesiapan peralatan, dan perhatian terhadap keselamatan petugas, upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Bagi para relawan, bantuan yang diberikan bukan hanya soal peralatan dan BBM, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap mereka yang bersedia turun langsung menghadapi risiko kebakaran demi membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.









