REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, terus menggalakkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan rutin korvei atau kerja bakti dan aksi Jumat Bersih.
Kegiatan yang kembali dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) tersebut dipusatkan di wilayah RT 009, Jalan Batu Benawa, dan sekitarnya. Aksi bersih-bersih ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, ketua RT, hingga tokoh masyarakat.
Kepala Desa Bersujud, Jumriadi, turut turun langsung ke lokasi untuk memungut sampah bersama warga.
Ia mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai, sebagai bentuk keteladanan sekaligus ajakan nyata kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kehadiran Jumriadi di tengah warga tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga menunjukkan bahwa menjaga kebersihan desa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah desa atau petugas kebersihan.
Jumriadi mengatakan, kegiatan Jumat Bersih merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan secara konsisten setiap pekan.
Ia ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai kebiasaan positif yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Jumat Bersih ini bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya kami untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan dan keindahan desa merupakan tanggung jawab kita semua. Saya ingin Desa Bersujud menjadi desa yang bersih, rindang, dan nyaman, dengan masyarakat yang peduli serta aktif bergotong royong,” ujar Jumriadi.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata tidak bisa terwujud hanya melalui imbauan. Dibutuhkan tindakan nyata, keterlibatan masyarakat, serta konsistensi dalam menjaga kebersihan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Ia pun mengapresiasi partisipasi warga dan seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Jumriadi berharap semangat gotong royong yang terbangun melalui Jumat Bersih terus dipertahankan, tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menggalakkan kegiatan Jumat Bersih, Pemerintah Desa Bersujud juga mendorong gerakan sosial berbasis lingkungan melalui program “Sedekah Sampah Bersujud” yang melibatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bersujud.
Melalui program ini, masyarakat diajak mengumpulkan dan menyedekahkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual, seperti botol dan gelas plastik bekas, kardus, kertas, kaleng, besi, aluminium, serta berbagai limbah daur ulang lainnya.
Sampah yang terkumpul nantinya dijual kepada pengepul. Hasil penjualan tersebut dikelola secara transparan oleh UPZ Desa Bersujud untuk disalurkan sebagai bantuan sosial kepada masyarakat miskin atau mustahik, lanjut usia (lansia), anak yatim dan piatu, serta warga yang tertimpa musibah.
Jumriadi menjelaskan, program Sedekah Sampah Bersujud menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepedulian sosial.
Melalui Jumat Bersih yang dilaksanakan secara rutin dan program Sedekah Sampah Bersujud, ia ingin menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai rutinitas setiap Jumat saja, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat. Lingkungan semakin bersih, budaya gotong royong semakin kuat, dan dari sampah yang kita kumpulkan pun bisa lahir manfaat bagi sesama,” tutupnya.









